SIMALUNGUN — Warga Kampung Pinus, Dusun Batu Marandor, Nagori Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, digemparkan dengan penemuan seorang sopir truk yang sudah tidak bernyawa di dalam kabin kendaraannya, Rabu malam (25/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Korban diketahui bernama Fanhoten Tampubolon (31), warga Dusun Panglong, Nagori Parik Sabungan, Kecamatan Dolok Pardamean. Ia ditemukan dalam posisi tertidur di jok depan truk bernomor polisi BK 8685 TS yang terparkir di pinggir jalan.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menyampaikan bahwa informasi awal diterima dari Pangulu Nagori Tigaras yang melaporkan adanya seorang pria meninggal dunia di dalam kendaraan.

“Begitu menerima laporan, Kapolsek Dolok Pardamean AKP Restuadi bersama personel langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujarnya, Kamis (26/3/2026) dini hari.

Berdasarkan keterangan saksi, truk tersebut sudah terparkir sejak siang hari sekitar pukul 14.00 WIB dengan kondisi mesin mati, namun lampu hazard masih menyala. Warga yang melihat saat itu tidak menaruh kecurigaan.

“Saya melihat truk sudah parkir, lalu pergi ke ladang. Tidak ada yang mencurigakan,” ujar salah satu saksi, Masril Sihaloho.

Saat petugas tiba di lokasi, korban ditemukan dalam posisi seperti sedang beristirahat. Kepalanya mengarah ke pintu kiri dengan menggunakan bantal. Korban hanya mengenakan kaos dalam yang tersingkap, sementara sandal tersusun rapi di dalam kabin.

Menariknya, di samping tubuh korban ditemukan balsem otot dalam keadaan terbuka, yang diduga sempat digunakan korban sebelum meninggal dunia.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal bersama tenaga medis dari Puskesmas Dolok Pardamean. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ada tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit,” jelas AKP Verry Purba.

Dari penelusuran, diketahui korban sebelumnya membawa truk bermuatan pakan ikan dari arah Medan. Ia sempat melakukan aktivitas bongkar muatan di wilayah Tamburea, Kecamatan Pamatang Sidamanik, sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraannya.

Pihak keluarga yang datang ke lokasi menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka juga mengungkapkan bahwa korban sebelumnya kerap mengeluh sakit perut.

“Diduga korban meninggal akibat angin duduk, diperkuat dari riwayat keluhan yang disampaikan pihak keluarga,” tambahnya.

Keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Penanganan cepat yang dilakukan Polsek Dolok Pardamean, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga koordinasi dengan pihak medis dan keluarga, menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Tim