SIMALUNGUN – Jum’at, 05 Desember 2025, Kegiatan reses pertama masa sidang 2025/2026 Anggota DPRD Simalungun dari Fraksi Demokrat, Johanes Sipayung SE, berlangsung dengan penuh kehangatan di tengah masyarakat Huta 4 Kampung Jawa Pangataran, Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan.

Reses yang dihadiri ratusan warga dari berbagai dusun ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi yang telah lama tertahan, khususnya terkait kondisi jalan menuju pemakaman umum dan akses pertanian yang semakin memprihatinkan.

Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Camat Hatonduhan Bill Morgand Saragih, Sekcam Ronald Silalahi, Kasi Pemerintahan Duma Naibaho, Pangulu Tangga Batu Hendro Putra Silalahi SE, perangkat nagori, Babinsa Sertu TA Napitupulu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga lainnya.

Pada momen yang menjadi inti kegiatan, Johanes Sipayung bersama Camat Hatonduhan, Babinsa, dan perangkat nagori meninjau langsung lokasi jalan yang diusulkan warga untuk diperbaiki. Jalan ini bukan sekadar akses menuju pemakaman umum, tetapi juga menjadi jalur pertanian vital bagi dua nagori: Mekar Mulia dan Kampung Jawa Pangataran.

Dalam sesi dialog, seorang warga bernama Wartati menyampaikan keluhan mendalam yang mewakili suara banyak warga. Dengan nada serius, ia menjelaskan kondisi jalan yang semakin menyempit dan keberadaan sebuah jembatan kecil yang kondisinya dinilai sangat memprihatinkan.

Jalan ini sempit sekali, Pak. Ada jembatan yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Kalau musim hujan, membawa jenazah ke pemakaman sangat susah. Kami berharap Pak Johanes benar-benar memperjuangkan perbaikan jalan ini, demi kita semua,” ujar Wartati, yang kemudian disambut riuh dukungan warga.

Keluhan ini menegaskan bahwa perbaikan jalan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut martabat dan kemudahan masyarakat dalam menjalankan prosesi terakhir bagi keluarga mereka.

Menanggapi berbagai aspirasi warga, Johanes Sipayung menguraikan tantangan besar yang akan dihadapi pada tahun anggaran 2026. Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran, sehingga Pemkab Simalungun harus menerima pemotongan anggaran lebih dari 400 miliar rupiah.

Kondisi ini tentu mempengaruhi seluruh proses pembangunan yang telah kita rencanakan bersama, termasuk pembangunan di Hatonduhan,” jelasnya.

Meski demikian, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Simalungun ini menegaskan bahwa dirinya bersama jajaran DPRD tidak akan tinggal diam.

Kami akan tetap memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Selain pembangunan jalan dari Saribuasih menuju Tangga Batu yang sudah direncanakan, usulan warga terkait jalan pemakaman dan pertanian ini juga akan kami dorong sekuat mungkin agar dapat direalisasikan,” tegas Johanes.

Ia memastikan bahwa koordinasi dengan Pemkab Simalungun dan Dinas PUPR akan segera dilakukan sebagai langkah awal tindak lanjut.

Camat Hatonduhan yang belum lama menjabat, Bill Morgand Saragih, dalam arahanya menekankan bahwa reses merupakan sarana emas bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.

Kita tahu tantangan anggaran begitu besar. Namun, dengan kerja sama pemerintah dan masyarakat, pasti ada jalan keluar untuk memperbaiki apa yang menjadi kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Sementara itu, Pangulu Tangga Batu Hendro Silalahi SE mengucapkan terima kasih atas kehadiran Johanes Sipayung dan perhatian yang diberikan terhadap persoalan yang sudah lama menjadi keluhan masyarakat.


Harapan Mengalir dari Warga : Jalan Rusak Telah Menghambat Penghidupan

Berbagai warga yang hadir menyampaikan harapan besar agar usulan ini tidak hanya menjadi pembahasan, tetapi segera masuk ke dalam perencanaan pembangunan. Banyak di antara mereka yang mengaku sudah bertahun-tahun kesulitan membawa hasil pertanian ke pasar akibat rusaknya akses jalan tersebut.

Perwakilan tokoh agama yang hadir juga menambahkan bahwa perbaikan akses menuju pemakaman merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan penghormatan terakhir bagi warga yang meninggal.


Langkah Selanjutnya : DPRD Siapkan Laporan dan Koordinasi Intensif

Acara reses kemudian ditutup dengan kesepakatan bahwa tim dari DPRD akan segera menyusun laporan resmi untuk diteruskan kepada dinas terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Simalungun. Aspirasi warga dinyatakan sebagai prioritas yang akan terus diperjuangkan dalam rapat-rapat pembahasan anggaran berikutnya.

Kegiatan ini menandai komitmen Johanes Sipayung dan pemerintah kecamatan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. Meski tahun anggaran 2026 dipenuhi tantangan berat, reses pertama ini mencerminkan bahwa perjuangan terhadap kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas utama.


Tim Redaksi : Bang Aziz