SIMALUNGUN – Perang melawan narkoba di Kabupaten Simalungun kembali memakan risiko. Seorang personel Polsek Bosar Maligas rela mempertaruhkan keselamatannya hingga mengalami luka tertusuk duri sawit saat mengejar seorang perempuan yang diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran narkotika jenis sabu di Nagori Sei Torop, Kecamatan Bosar Maligas.

Aksi kejar-kejaran yang berlangsung di tengah gelapnya kawasan perkebunan sawit itu akhirnya berbuah hasil. Terduga pelaku berhasil diamankan bersama sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran sabu.

Kapolsek Bosar Maligas IPTU Sonni G. Silalahi, S.H., saat dikonfirmasi pada Minggu (12/7/2026), menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang selama ini merasa resah dengan dugaan maraknya transaksi narkotika di wilayah Nagori Sei Torop.

“Ini merupakan bentuk nyata Polri untuk masyarakat, sebagai wujud komitmen Polres Simalungun Polda Sumatera Utara yang berintegritas dan humanis dalam membasmi peredaran narkoba yang meresahkan masyarakat di wilayah Simalungun,” tegas IPTU Sonni Silalahi.

Berbekal informasi tersebut, Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Bilson Hutauruk, S.H. bersama personel Januari Pangaribuan, Halomoan Sinaga, dan Alex Sijabat melakukan penyelidikan secara tertutup.

Penyelidikan mengarah ke rumah seorang perempuan berinisial MS (46), warga Huta I Nagori Sei Torop. Pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, tim bergerak menuju lokasi.

Sesaat tiba di depan rumah sasaran, petugas melihat seorang perempuan dengan gerak-gerik mencurigakan. Ketika hendak diamankan, perempuan tersebut diduga langsung melarikan diri, memicu aksi pengejaran yang berlangsung menegangkan melewati semak dan kebun sawit.

Dalam situasi itu, seorang personel polisi terluka setelah kakinya tertusuk duri sawit. Namun rasa sakit tidak menghentikan langkah petugas. Dengan tekad membongkar dugaan peredaran narkoba, pengejaran terus dilakukan hingga akhirnya terduga pelaku berhasil diamankan.

“Terduga pelaku sempat berusaha melarikan diri sehingga anggota melakukan pengejaran. Dalam proses tersebut salah satu anggota mengalami luka pada kaki akibat tertusuk duri sawit,” ungkap IPDA Bilson Hutauruk.

Penggeledahan yang dilakukan di lokasi menghasilkan sejumlah barang bukti berupa satu timbangan digital, satu pipet berbentuk sekop, sembilan klip plastik kecil yang diduga berisi sabu dengan berat bruto sekitar 1,90 gram, serta lima klip plastik kosong yang diduga digunakan sebagai kemasan.

Dari pemeriksaan awal, perempuan tersebut diduga mengakui pernah mengedarkan sabu di wilayah tersebut. Polisi juga masih mendalami keterangannya terkait asal-usul barang haram itu.

Penyidik mengungkap fakta lain yang turut menjadi perhatian. Berdasarkan keterangan awal, suami terduga pelaku diketahui sedang menjalani hukuman di Lapas Pematangsiantar dalam perkara narkotika. Terduga pelaku juga menyebut sabu tersebut diduga diperoleh dari seorang perempuan di Kota Pematangsiantar yang dikenalnya saat sama-sama membesuk suami mereka di lapas. Keterangan itu masih dalam proses pendalaman guna menelusuri kemungkinan adanya jaringan pemasok yang lebih luas.

Seluruh barang bukti bersama terduga pelaku kemudian diamankan ke Polsek Bosar Maligas sebelum diserahkan kepada Satresnarkoba Polres Simalungun untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Bosar Maligas menegaskan perang terhadap narkoba tidak akan berhenti. Siapa pun yang diduga terlibat akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Bosar Maligas. Peran masyarakat sangat kami harapkan. Jika mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkotika, segera laporkan. Identitas pelapor akan kami lindungi. Menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas IPTU Sonni G. Silalahi.

Pengungkapan ini kembali menunjukkan bahwa perang melawan narkoba bukan tanpa risiko. Di balik setiap keberhasilan pengungkapan kasus, ada dedikasi dan pengorbanan aparat di lapangan yang rela menghadapi medan berat demi menjaga masyarakat dari ancaman narkotika. (TS)