SIMALUNGUN – Tidak semua persoalan masyarakat dapat terlihat dari balik meja rapat. Ada yang baru terungkap ketika pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung setiap keluhan, dan menyaksikan sendiri kondisi yang dihadapi warga.
Itulah yang terjadi saat Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, memimpin Pelayanan Publik Terpadu di Nagori Siboras, Kecamatan Pematang Silimahuta, Jumat (10/7/2026). Didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, Bupati tidak hanya membuka pelayanan pemerintahan, tetapi juga berdialog tanpa sekat dengan masyarakat untuk memastikan tidak ada persoalan yang luput dari perhatian pemerintah.
Dari dialog tersebut, terungkap fakta yang menggugah. Seorang warga baru mengurus akta kematian anggota keluarganya setelah lebih dari 13 tahun. Seorang lanjut usia yang hidup seorang diri ternyata belum tersentuh bantuan sosial. Di sisi lain, pelayanan administrasi di tingkat kecamatan belum berjalan optimal akibat keterbatasan sarana pendukung.
Temuan-temuan itu menjadi bukti bahwa masih ada persoalan yang harus diselesaikan melalui kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat.
Tanpa menunda waktu, Bupati langsung memerintahkan perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat menyelesaikan setiap persoalan yang ditemukan.
“Pemerintah tidak boleh hanya menerima laporan. Kita harus hadir, melihat sendiri, mendengar sendiri, lalu mengambil keputusan. Semua persoalan masyarakat harus ditindaklanjuti dan diselesaikan. Kekurangan fasilitas pelayanan di kecamatan segera kita lengkapi agar pelayanan kepada masyarakat kembali maksimal,” tegas Bupati.
Pelayanan publik terpadu yang digelar Pemerintah Kabupaten Simalungun menghadirkan berbagai layanan dalam satu lokasi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melayani administrasi kependudukan, Dinas Kesehatan memberikan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta konsultasi medis.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana membuka pelayanan KB, BPJS Kesehatan memberikan layanan kepesertaan, sementara sejumlah perangkat daerah lainnya turut membuka pelayanan sesuai bidang masing-masing.
Bagi masyarakat, kehadiran pelayanan jemput bola ini memberikan manfaat besar. Mereka tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh menuju ibu kota kabupaten hanya untuk mengurus dokumen ataupun memperoleh pelayanan pemerintah.
Tidak hanya menghadirkan pelayanan, Pemerintah Kabupaten Simalungun juga membawa solusi bagi kebutuhan ekonomi masyarakat. Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar pasar murah dengan menyediakan 1 ton beras, 360 liter minyak goreng, dan 100 papan telur. Dinas Sosial menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Pematang Silimahuta, Bupati juga menyerahkan bantuan Hand Traktor dan Corn Sheller Mobile kepada kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Dalam kesempatan itu, Bupati memaparkan berbagai program pembangunan yang telah dialokasikan pemerintah untuk Kecamatan Pematang Silimahuta. Di antaranya rekonstruksi Jalan Tiga Raja–Rakut Besi dengan anggaran sekitar Rp13 miliar, pembangunan jalan usaha tani di beberapa nagori, pembangunan sumur bor di Nagori Siboras dan Bintang Mariah Juma Pulian, serta bantuan alat dan mesin pertanian bagi kelompok tani.
Ketika masyarakat menyampaikan harapan agar wilayah mereka memiliki SPBU, Bupati kembali menunjukkan respons cepat. Melihat potensi sekitar 1.200 hektare perkebunan jeruk yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat, ia menilai keberadaan SPBU merupakan kebutuhan yang harus diperjuangkan.
“Wilayah ini memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Ketersediaan BBM menjadi kebutuhan utama masyarakat. Pemerintah akan segera membangun komunikasi dengan investor agar keberadaan SPBU dapat diwujudkan dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Camat Pematang Silimahuta Robbi Silalahi, Pangulu Nagori Siboras Esron Girsang, serta tokoh masyarakat P. Sipayung menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati bersama seluruh jajaran perangkat daerah. Mereka menilai pelayanan jemput bola menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Simalungun tidak hanya membangun dari balik meja, tetapi hadir langsung mendengar suara rakyat dan memberikan solusi yang dibutuhkan.
Pelayanan Publik Terpadu di Nagori Siboras menjadi gambaran nyata arah kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Simalungun yang mengedepankan pelayanan cepat, responsif, dan berpihak kepada masyarakat. Dengan semangat “Marharoan Bolon”, pemerintah terus memastikan bahwa pembangunan tidak berhenti di pusat kota, tetapi menjangkau setiap nagori, menyelesaikan setiap persoalan, dan menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. (Tim)












