SIMALUNGUN – Penantian panjang yang diselimuti harapan akhirnya berakhir dengan duka. Misteri hilangnya Hermin Lasih Silalahi (78) yang dilaporkan menghilang sejak Sabtu, 27 Juni 2026, akhirnya terjawab. Setelah hampir sepekan dilakukan pencarian oleh keluarga, warga, dan aparat kepolisian, korban ditemukan telah meninggal dunia di sebuah parit kawasan perkebunan kelapa sawit PTPN IV Afdeling V Marihat, Huta I Ujung Raja, Nagori Pamatang Silampuyang, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
Kabar duka tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, Sabtu (4/7/2026) malam, berdasarkan laporan Kapolsek Gunung Malela, AKP Hengky Siahaan, S.H.
“Personel Polsek Gunung Malela bersama Tim Inafis Polres Simalungun telah melakukan olah TKP dan proses identifikasi atas penemuan jenazah di Parit Gajah Blok 2022 I Perkebunan PTPN IV Afdeling V Marihat,” ujar AKP Verry Purba.
Berawal dari Bau Menyengat
Penemuan jenazah bermula sekitar pukul 15.00 WIB saat Wahyu Apriansyah sedang mengumpulkan tandan kosong kelapa sawit di areal perkebunan. Ia mencium bau menyengat yang berasal dari arah parit gajah.
Karena mengetahui adanya informasi seorang nenek yang sedang dicari keluarganya, Wahyu bersama anaknya kemudian menelusuri sumber bau tersebut. Dugaan mereka benar. Di dasar parit, terlihat sesosok jenazah yang telah membusuk.
Temuan itu segera dilaporkan kepada Gamot I Nagori Pamatang Silampuyang, Ahmad Bilal. Informasi kemudian diteruskan kepada keluarga korban.
Tak lama berselang, cucu korban, Saljun Berutu, tiba di lokasi. Dengan hati yang berat, ia mengenali jasad tersebut dari pakaian dan tas yang masih dikenakan korban. Kepastian itu sontak mengakhiri harapan keluarga yang selama berhari-hari terus melakukan pencarian.
Polisi Lakukan Penanganan Sesuai Prosedur
Menerima laporan tersebut, Kapolsek Gunung Malela bersama personel langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Simalungun untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Petugas mengamankan lokasi, memeriksa saksi-saksi, mendokumentasikan TKP, serta melakukan identifikasi sebelum jenazah dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih.
Pihak keluarga kemudian menyatakan menolak dilakukan autopsi dan membuat surat pernyataan resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, hasil visum luar tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pencarian Berakhir, Duka Mendalam Menyelimuti Keluarga
Sebelumnya, Hermin Lasih Silalahi dilaporkan hilang setelah berpamitan menghadiri sebuah pesta. Karena tak kunjung pulang, keluarga membuat laporan kehilangan ke Polsek Gunung Malela pada Senin, 29 Juni 2026.
Sejak saat itu, berbagai upaya pencarian dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, takdir berkata lain. Penemuan jasad korban menjadi akhir dari pencarian yang menguras emosi keluarga dan masyarakat sekitar.
“Kami turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Almarhumah Hermin Lasih Silalahi. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar AKP Verry Purba.
Ia menegaskan bahwa Polsek Gunung Malela akan terus mendampingi keluarga hingga seluruh proses administrasi dan penanganan selesai sesuai prosedur.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap laporan kehilangan akan ditindaklanjuti secara serius oleh kepolisian. Meski pencarian kali ini berakhir dengan duka, kehadiran aparat sejak proses pencarian, olah TKP, hingga pendampingan keluarga merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis kepada masyarakat. (Tim)













