PEMATANGSIANTAR — Tuan Guru Batak, Syech Ahmad Sabban Rajagukguk Elrahmany, MA, menyampaikan pesan penting tentang fungsi masjid dalam kehidupan umat saat memberikan tausiah pada pelantikan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pematangsiantar.
Pelantikan tersebut dihadiri Wali Kota Pematangsiantar Wesley Silalahi, sejumlah tokoh penting, pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pematangsiantar, serta para alim ulama.
Dalam tausiah yang disampaikannya, Tuan Guru Batak menekankan pentingnya merevitalisasi fungsi masjid agar tidak hanya dipahami sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat kepedulian dan pemberdayaan umat.
Menurutnya, masjid semestinya mampu hadir menjawab persoalan kehidupan masyarakat, termasuk membantu jamaah yang menghadapi kesulitan ekonomi dan kebutuhan pangan.
“Masjid bukan hanya tempat bersujud. Masjid juga harus mampu memikirkan dan mengisi perut jamaahnya yang lapar,” pesan Tuan Guru Batak.
Ia mengingatkan agar umat tidak terjebak dalam apa yang disebutnya sebagai ego spiritual, yakni merasa telah menjalankan kesalehan hanya karena rajin melaksanakan ibadah berjamaah, tetapi pada saat yang sama tidak peduli terhadap penderitaan orang lain.
“Di antara ego spiritual itu adalah mengejar salat berjamaah, tetapi cuek dan tidak peduli terhadap penderitaan sesama. Padahal, kemaslahatan umat merupakan bagian penting dari nilai-nilai agama,” tegasnya.
Tuan Guru Batak menilai keberadaan masjid harus mampu menjadi kekuatan sosial yang menyatukan umat. Masjid tidak boleh berjarak dengan persoalan masyarakat di sekitarnya.
Karena itu, kepengurusan DMI diharapkan dapat mendorong masjid menjadi pusat pembinaan keagamaan sekaligus pusat kegiatan sosial, pendidikan, ekonomi umat dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi refleksi bagi seluruh pengurus masjid agar keberadaan masjid benar-benar dirasakan manfaatnya oleh jamaah dan masyarakat luas.
“Memakmurkan masjid bukan hanya dengan memperbanyak orang yang datang untuk bersujud, tetapi juga dengan menghadirkan kemaslahatan bagi mereka yang datang dan masyarakat di sekitarnya,” demikian inti pesan tausiah Tuan Guru Batak.
(Tim)








