RAYA KAHEAN, ANEWS-CHANNEL — Di tengah padatnya berbagai kegiatan masyarakat dan Pemerintahan Nagori Bah Bulian, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, sepanjang bulan Agustus, perhatian terhadap kehidupan keagamaan tetap menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat.

Hal itu ditunjukkan Pangulu Nagori Bah Bulian, Raden Ibnu Said, A.Md, yang turut menghadiri dan mendukung pelaksanaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi, Minggu/Ahad, 30 Agustus 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Nurul Ikhlas, Dusun III, Nagori Bah Bulian, tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan khidmat. Masyarakat bersama jamaah berkumpul untuk mengenang kelahiran Rasulullah Muhammad SAW sekaligus menggali kembali nilai-nilai keteladanan, perjuangan dan akhlak mulia yang beliau ajarkan.

Peringatan Maulid Nabi ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pembangunan nagori tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan fisik maupun administrasi pemerintahan. Pembangunan mental, spiritual dan kehidupan sosial masyarakat juga menjadi fondasi yang tidak kalah penting.

Syiar Islam Tetap Hidup di Tengah Kesibukan Agustus

Bulan Agustus identik dengan semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai kegiatan masyarakat digelar untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan mempererat persaudaraan.

Namun, di Nagori Bah Bulian, semangat tersebut berjalan berdampingan dengan semangat meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Terselenggaranya Maulid Nabi Muhammad SAW di tengah padatnya agenda bulan kemerdekaan menjadi pesan bahwa semangat membangun bangsa dan semangat membangun kehidupan spiritual masyarakat bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan.

Masjid Nurul Ikhlas menjadi ruang berkumpulnya masyarakat untuk memperkuat silaturahmi sekaligus melakukan introspeksi melalui keteladanan Rasulullah SAW.

Hadir dalam kegiatan tersebut Drs. H. Bambang Laksono dari Kota Medan, tokoh masyarakat serta jamaah Masjid Nurul Ikhlas. Sementara pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada panitia yang diketuai Martono.

Untuk memberikan siraman rohani, panitia menghadirkan Ustadz M. Yusuf Siregar dari Kota Medan sebagai penceramah.

Dalam tausiyahnya, jamaah diajak menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan, terutama dalam menjaga keimanan, persaudaraan, kesabaran serta akhlak mulia.

Pangulu Hadir, Pemerintah dan Masyarakat Semakin Dekat

Kehadiran Pangulu Raden Ibnu Said, A.Md dalam kegiatan tersebut bukan sekadar menghadiri agenda keagamaan. Momentum itu juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah nagori dengan masyarakat.

Kehidupan masyarakat yang harmonis tidak hanya dibangun melalui program pemerintahan, tetapi juga melalui komunikasi, kebersamaan dan ruang-ruang sosial serta keagamaan yang mampu mempertemukan warga.

Karena itu, kegiatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, persaudaraan dan semangat kebersamaan masyarakat Nagori Bah Bulian.

Pangulu dan Masyarakat Bersatu Membangun Nagori

Kemajuan sebuah nagori tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan jalan, fasilitas umum maupun program pemerintahan. Kekuatan masyarakat, persatuan, kepedulian sosial dan kehidupan keagamaan juga menjadi bagian penting dari wajah sebuah nagori.

Kolaborasi antara pemerintah nagori, tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia dan seluruh warga menjadi modal sosial dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, rukun dan penuh kekeluargaan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Nurul Ikhlas akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan keagamaan. Ia menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengingatkan masyarakat agar nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW terus hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah semarak kemerdekaan, Bah Bulian tetap menjaga syiar Islam. Di tengah pembangunan nagori, nilai-nilai agama tetap menjadi pijakan.

Sebab, nagori yang maju bukan hanya nagori yang tumbuh secara fisik, tetapi juga masyarakatnya yang semakin bersatu, peduli, berakhlak dan memiliki kehidupan spiritual yang kuat.

Wartawan: M. Adi Sugiarto, S.Pd.I

ANEWS-CHANNEL — Mengabarkan Fakta, Mengangkat Potensi Daerah.