SIMALUNGUN – Aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam kegiatan Reses III Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Marandus Elberd Tindaon, S.H., dari Fraksi Partai Golkar, yang dilaksanakan di Kelurahan Amansari, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, pada Sabtu (28/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, bersama unsur pemerintah kecamatan, Kelurahan Amansari, serta masyarakat setempat. Kehadiran pemerintah kecamatan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara masyarakat, pemerintah dan DPRD dalam mengawal kebutuhan pembangunan di wilayah Kecamatan Dolok Batu Nanggar.

Reses menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi sekaligus mengusulkan kebutuhan pembangunan yang dianggap mendesak.

Dalam sambutannya, Camat Dolok Batu Nanggar Siti Aminah Siregar menyampaikan apresiasi kepada Marandus Elberd Tindaon yang telah hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendengar dan menyerap aspirasi warga.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Marandus Elberd Tindaon yang telah hadir di tengah-tengah masyarakat Kelurahan Amansari dalam kegiatan reses ini,” ujar Siti Aminah.

Ia mengajak masyarakat agar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Menurutnya, forum reses merupakan ruang yang tepat untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat secara langsung kepada wakil rakyat.

“Sampaikanlah aspirasi secara terbuka, santun, dan penuh tanggung jawab, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan serta pembangunan di tengah-tengah masyarakat,” pesannya.

Siti Aminah berharap berbagai aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebatas penyampaian dalam forum, tetapi dapat menjadi bahan perjuangan DPRD dalam pembahasan program pembangunan daerah.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar siap membangun komunikasi dan sinergi dengan DPRD, Pemerintah Kabupaten Simalungun, serta seluruh elemen masyarakat.

“Kami meyakini bahwa pembangunan yang baik hanya dapat terwujud melalui kebersamaan, kolaborasi dan sinergi. Semoga kegiatan Reses III ini berjalan dengan lancar, membawa manfaat, serta menghasilkan aspirasi yang dapat mendorong kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya Kelurahan Amansari dan Kecamatan Dolok Batu Nanggar,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Amansari Sahrinan Purba, mewakili masyarakat, menyampaikan sejumlah aspirasi yang dinilai penting untuk mendapat perhatian pemerintah.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kelanjutan pembangunan Jalan Besar Amansari. Masyarakat berharap pembangunan jalan tersebut dapat segera dilanjutkan dan direalisasikan sesuai dengan rencana.

Bagi warga, keberadaan jalan tersebut memiliki arti strategis karena menjadi salah satu akses penghubung antarwilayah dan nagori. Kondisi jalan yang baik dinilai akan mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi warga.

Selain jalan, masyarakat juga meminta perbaikan dan peninggian drainase atau parit di sejumlah titik.

Persoalan drainase menjadi perhatian karena ketika curah hujan tinggi, debit air kerap meningkat dan melimpah ke badan jalan, bahkan dalam kondisi tertentu masuk ke rumah warga.

Warga berharap persoalan tersebut tidak hanya ditangani secara sementara, tetapi dilakukan melalui pembangunan drainase yang lebih memadai sehingga mampu mengantisipasi genangan dan mengurangi risiko banjir di lingkungan permukiman.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Simalungun Marandus Elberd Tindaon, S.H., menyampaikan bahwa reses merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat.

Menurutnya, bertemu dengan masyarakat secara langsung memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Setiap aspirasi yang disampaikan, kata Marandus, akan dicatat dan menjadi bahan masukan untuk diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan, skala prioritas serta kemampuan anggaran daerah.

“Reses ini merupakan kesempatan bagi kami untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan tentu akan menjadi catatan dan bahan untuk kita perjuangkan sesuai mekanisme dan kewenangan yang ada,” ujarnya.

Tidak berhenti pada dialog, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi yang menjadi usulan masyarakat. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan persoalan yang disampaikan warga dapat dipahami secara langsung.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialogis. Masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka, sementara pemerintah kecamatan dan anggota DPRD mendengarkan serta mencermati berbagai kebutuhan yang disampaikan.

Reses tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai program dan anggaran, tetapi juga tentang seberapa jauh kebutuhan masyarakat dapat didengar dan diterjemahkan menjadi kebijakan yang nyata.

Bagi warga Amansari, harapan mereka cukup jelas: Jalan Besar Amansari dapat segera dilanjutkan dan persoalan drainase yang selama ini mengganggu masyarakat dapat memperoleh solusi permanen.

Kini, aspirasi tersebut telah disampaikan langsung kepada wakil rakyat. Masyarakat pun menunggu bagaimana aspirasi itu akan diterjemahkan dalam proses perencanaan dan pembangunan Kabupaten Simalungun ke depan. (JF)