SIMALUNGUN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Jefra H. Manurung, S.H., melaksanakan kegiatan Reses ke III Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Simalungun Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 di Huta VI Pondok II, Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun. Pada Sabtu (29/08/2026).

Kegiatan reses tersebut menjadi momentum bagi Jefra H. Manurung untuk turun langsung ke tengah masyarakat guna menyerap berbagai aspirasi, keluhan, serta usulan pembangunan yang menjadi kebutuhan warga.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun Jefra H. Manurung, S.H., Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuara Manurung, S.H., Edy Subagio mewakili Camat Hatonduhan, Pangulu Nagori Buntu Bayu Palan Manurung, sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya dari Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Simalungun Rinton Damanik, S.E., Kepala Puskesmas Hatonduhan Ange Saragih, pemuka agama, Maujana Nagori, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta ratusan masyarakat setempat.

Dalam dialog bersama masyarakat, sejumlah aspirasi disampaikan secara langsung kepada Wakil Ketua DPRD Simalungun. Perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu usulan utama masyarakat. Warga berharap kondisi jalan yang menjadi akses aktivitas sehari-hari dapat mendapat perhatian pemerintah karena jalan memiliki peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, termasuk akses anak-anak menuju sekolah serta kelancaran distribusi hasil pertanian.

Selain persoalan infrastruktur jalan, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait peningkatan dan perbaikan gedung sekolah. Warga berharap sarana dan prasarana pendidikan di wilayah tersebut dapat dibenahi sehingga para siswa dapat mengikuti proses belajar mengajar dalam kondisi yang lebih layak, aman dan nyaman.

Aspirasi lainnya datang dari sektor pertanian. Masyarakat meminta adanya pemberdayaan dan penguatan kelompok tani, termasuk dukungan sarana produksi pertanian, pendampingan, peningkatan keterampilan petani, serta upaya membantu pemasaran hasil pertanian.

Menurut masyarakat, penguatan kelompok tani sangat penting mengingat sebagian besar warga menggantungkan perekonomian dari sektor pertanian. Bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat mendorong kemandirian petani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun Jefra H. Manurung, S.H., menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin memberikan janji kepada masyarakat. Namun, ia memastikan akan membawa dan mengusulkan aspirasi tersebut kepada pihak eksekutif, khususnya Bupati Simalungun, agar menjadi perhatian dalam penyusunan program pembangunan daerah.

“Saya tidak berjanji, tetapi saya akan mengusulkan dan menyampaikan seluruh aspirasi masyarakat ini kepada eksekutif, yaitu Bupati Simalungun. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan kita perjuangkan melalui mekanisme yang ada,” ujar Jefra.

Ia menegaskan, setiap usulan masyarakat tentunya harus melalui proses pembahasan, disesuaikan dengan skala prioritas pembangunan serta kemampuan anggaran daerah.

Namun demikian, Jefra memastikan bahwa aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses tersebut tidak akan diabaikan dan akan menjadi catatan penting untuk dibawa dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.

“Yang bisa saya pastikan, aspirasi bapak dan ibu tidak akan saya abaikan. Saya akan membawa dan mengusulkan kepada Bupati Simalungun agar seluruh kebutuhan yang disampaikan hari ini dapat menjadi perhatian pemerintah,” tegasnya.

Jefra juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dengan pemerintah nagori, kecamatan maupun DPRD. Menurutnya, pembangunan akan lebih tepat sasaran apabila kebutuhan masyarakat disampaikan secara langsung dan menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan.

Kehadiran sejumlah OPD dalam kegiatan reses tersebut turut menjadi bagian penting dalam menyerap aspirasi masyarakat. Dengan demikian, berbagai persoalan yang disampaikan dapat langsung diketahui oleh instansi terkait untuk menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam menentukan kebijakan.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog terbuka. Ratusan masyarakat yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan harapan mereka kepada wakil rakyat.

Melalui kegiatan Reses ke III ini, masyarakat Nagori Buntu Bayu berharap aspirasi mengenai perbaikan jalan, peningkatan fasilitas pendidikan, serta pemberdayaan kelompok tani dapat benar-benar mendapat perhatian dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Bagi masyarakat, reses bukan sekadar pertemuan, tetapi menjadi ruang untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Kini, harapan warga berada pada proses tindak lanjut dan perjuangan agar aspirasi tersebut dapat diwujudkan menjadi program pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. (Tim)