SIMALUNGUN — Perbaikan Jalan TMMD menuju Dusun Buntu Gading, Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, mulai memberikan harapan baru bagi masyarakat. Ruas jalan yang selama ini menjadi akses penting bagi warga kini telah mendapat penanganan dengan konstruksi cor beton melalui pembangunan yang dilakukan secara bertahap.
Masyarakat Buntu Gading pun menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun serta Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Simalungun, Johanes Sipayung, SE, yang dinilai telah ikut memperjuangkan peningkatan infrastruktur jalan tersebut. Jum’at (14/08/2026)
Perbaikan jalan ini diketahui telah berjalan selama kurang lebih dua tahun terakhir dan merupakan bagian dari perjuangan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Usulan kebutuhan masyarakat tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui penganggaran Pemerintah Kabupaten Simalungun.
Dari informasi yang disampaikan masyarakat, total anggaran yang telah dialokasikan untuk mendukung perbaikan ruas jalan tersebut selama proses pembangunan di tahun 2026 ini mencapai hampir Rp1 miliar.
Bagi masyarakat, angka tersebut bukan sekadar nilai anggaran, tetapi menjadi bukti bahwa kebutuhan infrastruktur di wilayah mereka mulai mendapatkan perhatian. Jalan yang sebelumnya menjadi salah satu persoalan dalam aktivitas sehari-hari kini secara bertahap mulai memiliki kondisi yang lebih baik.
Mewakili masyarakat, warga bermarga Purba menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemkab Simalungun dan DPRD Kabupaten Simalungun, khususnya Johanes Sipayung, SE.
Menurutnya, perbaikan jalan dengan konstruksi cor beton memberikan perubahan yang cukup berarti bagi masyarakat, terutama dalam menunjang aktivitas sehari-hari.
“Kami masyarakat Buntu Gading mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Bapak Johanes Sipayung yang sudah memperhatikan kondisi jalan kami. Perbaikan ini sangat membantu masyarakat,” ujar Purba.
Ia mengatakan, masyarakat memahami bahwa pembangunan infrastruktur tidak dapat dilakukan sekaligus karena harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Karena itu, warga mengapresiasi pembangunan yang dilakukan secara bertahap selama dua tahun terakhir.
“Kami tahu pembangunan ini dilakukan bertahap. Selama dua tahun sudah ada perbaikan dan anggaran yang dikucurkan hampir satu miliar rupiah. Kami sangat menghargai perhatian tersebut,” katanya.
Namun, warga berharap pekerjaan tersebut tidak berhenti pada ruas yang saat ini telah diperbaiki.
Menurut mereka, masih terdapat akses yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya jalur menuju Dusun Sidoaman.
“Harapan kami, pembangunan ini jangan berhenti sampai Buntu Gading. Kami berharap bisa dilanjutkan sampai Dusun Sidoaman, supaya akses masyarakat semakin terbuka dan ekonomi juga semakin berkembang,” harapnya.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Simalungun, Johanes Sipayung, SE, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan harus benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, Pokok-Pokok Pikiran DPRD pada prinsipnya berasal dari aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui wakil rakyat. Karena itu, setiap usulan pembangunan yang diperjuangkan diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pokir DPRD itu pada dasarnya merupakan bagian dari upaya kami menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Infrastruktur jalan menjadi salah satu kebutuhan yang banyak disampaikan masyarakat, karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan perekonomian mereka,” ujar Johanes.
Ia menegaskan, perjuangan terhadap pembangunan jalan tidak semestinya hanya dilihat dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Kita tentu bersyukur ketika usulan masyarakat bisa direalisasikan. Jalan ini bukan hanya untuk kepentingan satu atau dua orang, tetapi menjadi akses masyarakat secara keseluruhan. Karena itu, pembangunan harus memberikan dampak terhadap mobilitas dan peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Johanes juga menyampaikan bahwa proses pembangunan infrastruktur membutuhkan tahapan dan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Karena itu, apabila masih terdapat bagian jalan yang belum tertangani, masyarakat diminta untuk tetap menyampaikan aspirasi dan kebutuhan tersebut melalui mekanisme yang ada.
“Kalau masih ada ruas yang belum selesai, tentu akan kita lihat kembali kebutuhannya. Kita tidak bisa menjanjikan semuanya sekaligus, karena harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Tetapi aspirasi masyarakat akan tetap menjadi perhatian,” ujarnya.
Terkait harapan masyarakat agar pembangunan dilanjutkan hingga Dusun Sidoaman, Johanes menyatakan bahwa konektivitas jalan antardusun merupakan hal penting untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Menurutnya, pembangunan jalan seharusnya tidak hanya menyelesaikan satu titik kerusakan, tetapi secara bertahap diarahkan untuk menciptakan akses yang saling terhubung.
“Harapan masyarakat agar pembangunan dilanjutkan sampai Sidoaman tentu merupakan aspirasi yang harus kita dengarkan. Kalau akses jalan bisa terhubung dengan baik, manfaatnya akan jauh lebih besar, terutama bagi masyarakat yang menggunakan jalan tersebut untuk membawa hasil pertanian dan menjalankan aktivitas ekonomi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, Pemerintah Kabupaten Simalungun, pemerintah nagori dan masyarakat dalam memastikan pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan.
“Kita harus bersinergi. DPRD menyerap dan memperjuangkan aspirasi, pemerintah daerah melaksanakan sesuai kemampuan anggaran dan perencanaan, sementara masyarakat ikut menjaga hasil pembangunan. Kalau semuanya berjalan bersama, pembangunan akan lebih berkelanjutan,” kata Johanes.
Bagi masyarakat Buntu Gading dan sekitarnya, pembangunan jalan memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar memperlancar kendaraan.
Wilayah tersebut memiliki aktivitas pertanian dan perkebunan yang membutuhkan akses transportasi memadai. Hasil produksi masyarakat harus dapat diangkut dengan cepat dan efisien menuju pasar atau pusat pengumpulan hasil.
Kondisi jalan yang baik akan mempermudah kendaraan masuk ke wilayah dusun, mengurangi hambatan transportasi dan diharapkan dapat menekan biaya angkutan.
Masyarakat juga berharap perbaikan jalan dapat membuka peluang ekonomi baru. Dengan akses yang semakin mudah, aktivitas perdagangan di tingkat masyarakat dapat berkembang dan hubungan ekonomi antara dusun dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi di Kecamatan Hatonduhan semakin kuat.
Karena itu, warga menilai pembangunan jalan merupakan salah satu investasi penting untuk masa depan wilayah mereka.
“Kalau jalan sudah bagus, bukan hanya kendaraan yang mudah lewat. Hasil pertanian lebih gampang dibawa, pedagang lebih mudah masuk, anak-anak sekolah juga lebih nyaman. Jadi manfaatnya dirasakan semua masyarakat,” ungkap Purba.
Masyarakat menyampaikan bahwa mereka tidak hanya menginginkan pembangunan selesai pada satu titik, tetapi berharap adanya kesinambungan program hingga seluruh ruas yang menjadi akses utama masyarakat mendapatkan penanganan.
Perbaikan jalan menuju Buntu Gading diharapkan menjadi tahap penting dalam membuka akses yang lebih baik menuju wilayah sekitar, termasuk Dusun Sidoaman.
Warga juga berharap kualitas pekerjaan yang telah selesai dapat dipertahankan dengan melakukan pemeliharaan secara berkala.
Bagi masyarakat, pembangunan jalan yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir menjadi bukti bahwa aspirasi dari tingkat bawah dapat diperjuangkan melalui jalur DPRD dan kemudian diwujudkan melalui kebijakan serta anggaran Pemerintah Kabupaten Simalungun.
Kini, masyarakat berharap sinergi tersebut terus dilanjutkan.
“Kami berterima kasih karena jalan kami sudah diperbaiki. Harapan kami sederhana, pembangunan ini terus dilanjutkan sampai Sidoaman. Kami ingin akses yang baik supaya anak-anak kami mudah beraktivitas dan hasil pertanian kami juga mudah dibawa. Dengan begitu, ekonomi masyarakat bisa terus berkembang,” pungkas warga.
Dengan adanya perbaikan tersebut, masyarakat Buntu Gading kini memiliki harapan baru. Jalan yang telah dicor beton bukan hanya menjadi hasil pembangunan fisik, tetapi diharapkan menjadi jalan pembuka bagi meningkatnya mobilitas, produktivitas dan perekonomian masyarakat di Nagori Tangga Batu.
(Tim)















