SIMALUNGUN — Semangat memperkuat toleransi, moderasi beragama, dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan Dr. H. Novri Ompusunggu, SH., MH. Ia memberikan bantuan berupa 200 sak semen untuk mendukung pembangunan Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Unong Manik Ressort Hutabayu Raja, Nagori Pokan Baru, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun.

Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari pihak gereja. Kontribusi sosial yang diberikan Haji Novri dinilai menjadi cerminan nyata komitmen dalam membangun kebersamaan, toleransi, serta penghormatan antarumat beragama di tengah masyarakat.

Plt. Pimpinan Jemaat HKI Unong Manik, C. Vicar Kristian Sinaga, S.Th., didampingi perwakilan Parhalado, St. R. Sinurat, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepedulian serta ketulusan Haji Novri Ompusunggu.

“Puji Tuhan, lewat tangan orang baik dan tulus dari seorang tokoh Muslim, Bapak Haji Novri Ompusunggu dengan kerelaannya mau membantu pembangunan gereja ini. Beliau sudah banyak membantu warga Siantar dan Simalungun. Saya menilai beliau layak disebut orang yang berhati mulia,” kata Kristian, Kamis (13/8/2026).

Menurut Kristian, kepedulian Haji Novri tidak hanya terlihat dalam pemberian bantuan kali ini. Sosok tersebut dinilai konsisten memberikan kontribusi dalam berbagai kegiatan sosial tanpa menjadikan kebaikan sebagai sarana untuk mencari perhatian.

“Beliau adalah orang yang dalam berbuat kebaikan tidak ingin tampil di depan, tetapi selalu berkontribusi secara konsisten untuk aksi-aksi sosial,” ujarnya.

Ia menilai bantuan tersebut memiliki makna lebih luas karena tidak hanya membantu proses pembangunan rumah ibadah, tetapi juga menjadi pesan kuat bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang untuk saling membantu dan mempererat persaudaraan.

“Kami bersyukur dan berterima kasih untuk hal yang luar biasa ini. Kami berharap kebaikan ini membawa keberkahan bagi Novri Ompusunggu dan keluarganya,” ungkap Kristian.

Pihak jemaat HKI Unong Manik juga mendoakan agar Haji Novri Ompusunggu beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kelimpahan rezeki, serta kemudahan dalam mewujudkan berbagai cita-cita dan pengabdian sosialnya.

Bantuan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong dan kepedulian lintas iman masih menjadi kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat di Kabupaten Simalungun. Di tengah keberagaman yang ada, aksi nyata seperti ini menjadi pengingat bahwa toleransi tidak cukup hanya diwacanakan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

(Tim)