RAYA KAHEAN, — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Raya Kahean berlangsung meriah. Berbagai kegiatan digelar untuk menyemarakkan momentum kemerdekaan, sekaligus memberikan ruang kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menunjukkan kreativitas, bakat dan prestasi.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan MTs Bina Insani dalam lomba tari Tor-Tor Somba tingkat Kecamatan Raya Kahean. Dengan penampilan yang penuh semangat dan kekompakan, para siswa MTs Bina Insani berhasil meraih Juara III.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Camat Raya Kahean, Lich Candra Harahap, S.Pd., M.M. Apresiasi itu menjadi bentuk penghargaan pemerintah kecamatan terhadap kreativitas dan prestasi pelajar, sekaligus dukungan terhadap upaya pelestarian seni dan budaya daerah.

Bagi MTs Bina Insani, pencapaian tersebut bukan sekadar sebuah piala atau peringkat dalam perlombaan. Juara III menjadi bukti bahwa kerja keras, kedisiplinan, kekompakan dan keberanian siswa untuk tampil di depan publik mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.

Camat Raya Kahean Lich Candra Harahap, S.Pd., M.M., memberikan apresiasi kepada keluarga besar MTs Bina Insani atas keberhasilan para siswa meraih Juara III.

Perhatian tersebut dinilai penting karena prestasi siswa tidak hanya lahir dari kemampuan individu, tetapi juga dari dukungan sekolah, guru, orang tua serta lingkungan pemerintahan yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang.

Apresiasi itu sekaligus menjadi pesan bahwa kegiatan seni dan budaya memiliki tempat penting dalam pembangunan karakter generasi muda.

Melalui kegiatan seperti lomba Tor-Tor Somba, para pelajar tidak hanya belajar bagaimana menjadi pemenang, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, keberanian dan kecintaan terhadap budaya sendiri.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, pembinaan seni tradisional menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya daerah agar tetap dikenal dan dicintai generasi muda.

Kepala MTs Bina Insani, Suprapti, S.Pd., M.Si., menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas apresiasi yang diberikan Camat Raya Kahean.

Menurut Suprapti, perhatian tersebut menjadi energi positif bagi para siswa maupun guru untuk terus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik.

“Kami keluarga besar MTs Bina Insani mengucapkan terima kasih kepada Bapak Camat Raya Kahean, Lich Candra Harahap, S.Pd., M.M., atas apresiasi yang diberikan kepada anak-anak kami. Perhatian seperti ini menjadi motivasi bagi siswa untuk semakin percaya diri, berani berkarya dan terus berprestasi,” ujar Suprapti.

Ia menilai, keberhasilan meraih Juara III merupakan hasil kerja bersama. Para siswa telah mengikuti proses latihan dengan penuh kesungguhan, sementara guru memberikan bimbingan agar penampilan dapat berjalan maksimal.

Suprapti juga mengapresiasi seluruh peserta didik yang telah membawa nama baik MTs Bina Insani dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, sekolah akan terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Prestasi tidak hanya diukur dari bidang akademik, tetapi juga dari kemampuan siswa dalam seni, olahraga, organisasi maupun berbagai kegiatan positif lainnya.

Di balik keberhasilan para siswa menampilkan Tor-Tor Somba dengan kompak, terdapat peran guru pelatih tari Supiani, S.Pd.

Latihan yang dilakukan secara bertahap membutuhkan kesabaran, kedisiplinan dan konsistensi. Para siswa tidak hanya dituntut menghafal gerakan, tetapi juga memahami kekompakan, ekspresi dan penjiwaan dalam setiap penampilan.

Dedikasi Supiani dalam membimbing para siswa menjadi salah satu bagian penting dari keberhasilan tersebut.

Bagi MTs Bina Insani, pembinaan seni tradisional seperti Tor-Tor Somba memiliki nilai pendidikan yang sangat besar. Siswa diperkenalkan pada budaya daerah sekaligus dilatih untuk bekerja dalam tim.

Tor-Tor Somba tidak sekadar menjadi tontonan dalam sebuah perlombaan. Seni tari tradisional tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Ketika para pelajar tampil membawakan Tor-Tor Somba di tengah perayaan HUT RI, terdapat pesan yang lebih luas bahwa kemerdekaan juga dapat diisi dengan menjaga warisan budaya bangsa.

Prestasi MTs Bina Insani menjadi contoh bahwa kegiatan kebudayaan dapat berjalan seiring dengan pendidikan karakter.

Para siswa belajar bahwa menjadi generasi penerus bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mengenal, mencintai dan melestarikan budaya daerah.

Apresiasi Camat Raya Kahean terhadap prestasi MTs Bina Insani juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan.

Sekolah memiliki peran utama dalam menggali potensi siswa, sementara pemerintah dapat memberikan dukungan dan ruang agar potensi tersebut dapat berkembang.

Ketika keduanya berjalan beriringan, maka berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat dapat menjadi wadah lahirnya generasi muda yang percaya diri dan berprestasi.

Bagi keluarga besar MTs Bina Insani, perhatian Camat Raya Kahean menjadi penyemangat untuk tidak berhenti pada satu prestasi.

Juara III Tor-Tor Somba bukan garis akhir, melainkan langkah awal untuk meraih prestasi-prestasi berikutnya.

Perayaan HUT RI ke-81 di Kecamatan Raya Kahean akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Di balik kemeriahan perlombaan, tersimpan semangat untuk membangun generasi muda melalui kreativitas, budaya dan prestasi.

MTs Bina Insani telah menunjukkan bahwa pelajar mampu mengambil bagian dalam mengisi kemerdekaan melalui karya.

Dari panggung Tor-Tor Somba, para siswa membawa pesan sederhana namun bermakna: kemerdekaan harus diisi dengan hal-hal positif, prestasi dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Dengan dukungan Kepala Madrasah Suprapti, S.Pd., M.Si., bimbingan guru pelatih Supiani, S.Pd., serta apresiasi dari Camat Raya Kahean Lich Candra Harahap, S.Pd., M.M., prestasi Juara III tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa MTs Bina Insani untuk terus berkarya dan mengharumkan nama madrasah.

Wartawan: M. Adi Sugiarto, S.Pd.I.