SIMALUNGUN – Setelah diberitakan salah satu media online anews-chanel.com akhirnya tanaman menghasilkan milik PTPN IV Regional II Unit Bah Jambi tepatnya di afdeling II (dua) tahun tanam 2009 B, yang terletak tidak jauh dari kantor afdeling dan kantor Central Unit Bah Jambi, akhirnya diperbaiki oleh Askep Rayon A Rahmad. Kamis(13/4/2024).

Berdasarkan pantauan di lokasi dan hasil rekaman video yang dikirimkan Askep Rahmad para karyawan terlihat sibuk melakukan pemeliharaan baik itu melakukan prunning dan Kemis tampak dilakukan, namun sangat disayangkan pemeliharaan yang seharusnya dilakukan oleh vendor pemeliharaan yang telah menang dalam tender proyek pemeliharaan, namun sangat disayangkan pemeliharaan tampak dilakukan oleh oknum karyawan PTPN IV Unit Bah Jambi, sehingga dugaan Kong kali Kong anggaran pemeliharaan Tampak jelas terlihat. Askep yang seharusnya melakukan pengawasan diduga malah jadi vendor dalam pemeliharaan.

Baca Juga : PTPN IV Unit Kebun Balimbingan Terus Melakukan Pengawasan Di Lokasi Lahan TU Afdeling II, Yang Dikerjakan Vendor

Asisten kepala (Askep) Rahmad saat dikonfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp terkait pemeliharaan yang dikerjakan oleh karyawan PTPN IV Unit Bah Jambi yang seharusnya dikerjakan oleh vendor pemeliharaan Askep Rayon A Rahmad lebih memilih bungkam dengan tidak membalas konfirmasi yang dikirimkan awak media. Sebelumnya, keadaan tanaman menghasilkan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut tampak diselimuti Gulma pengganggu padahal anggaran dalam proses pemeliharaan tanaman diperkebunan milik plat merah tersebut dianggarkan dalam jumlah besar.

Salah seorang pria yang mengaku warga sekitar dan pengangon lembu kepada awak media mengatakan ” Ini belum seberapa bang kalau orang abang lihat yang di daerah Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) sana lebih parah lagi, bahkan tanamannya dapat dikatakan hidup segan mati tak mau, tanaman ini sudah lama tidak terawat mungkin sudah sekitar dua tahunanlah, padahal anggaran pemeliharaan kan ada bisa saja sebagian masuk kantong asisten, Askep hingga Manager, Namun tadi pagi sudah diperbaiki kata seorang warga setempat yang ditemui dilokasi Jumat (14/06/2024).

Foto ; Setelah diberitakan, perawatan dikerjakan pihak perkebunan.

Hal senada juga disampaikan warga lainya yang tidak mau namanya disebut dirinya mengaku heran dengan keadaan tanaman menghasilkan milik PTPN IV Unit Bah Jambi. “ Perkebunan ini kan milik Negara tapi kok bebas Kalilah oknum-oknum itu mengkorupsi anggaran pemeliharaan itu, kalau terus seperti itu bisa bangkrut lah PTPN ini, apalagi sekarang dalam Palmco, kok makin bebas kali orang – orang itu menggerogoti anggaran pemeliharaan Tanaman itu, makanya semakin parah keadaan perkebunan sawit milik BUMN ini ,” ungkapnya.

Perkebunan sawit milik Kementerian Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) adalah penyumbang Devisa terbesar sehingga perlunya pengawasan anggaran dilakukan dengan sangat ekstra, sehingga keadaan keuangan negeri ini tetap stabil dan dapat terhindar dari krisis global seperti yang diharapkan oleh banyak masyarakat Indonesia dan harus dikelola dengan baik dan benar dan jangan menjadi ajang korupsi,” harapnya.(A.S)

Editor Redaksi : A01