PARAPAT — Semangat kebersamaan dan nilai kekeluargaan terasa kental dalam perhelatan Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar keluarga besar Dunsanak Minang Sakato (DMS) Siantar–Simalungun. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 12 Februari 2026 ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.
Bertempat di Wisma Bahari Parapat, acara dihadiri oleh berbagai tokoh Minang, pengurus, serta anggota DMS dari wilayah Siantar dan Simalungun. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga persatuan serta melestarikan nilai-nilai budaya Minangkabau di tanah perantauan.
Sejumlah tokoh Minang yang turut hadir di antaranya Koni Ismail Tanjung, Yurnal Amri, Oka Wahyudi Tanjung, serta Ary Tanjung, bersama tokoh-tokoh lainnya yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Tradisi saling bersalaman dan bermaaf-maafan menjadi inti dari kegiatan, memperkuat hubungan emosional antar anggota yang mungkin selama ini terpisah oleh kesibukan masing-masing.
Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, Halal Bihalal ini juga dimanfaatkan sebagai forum konsolidasi internal. Para pengurus dan tokoh yang hadir menekankan pentingnya memperkuat peran DMS sebagai wadah pemersatu masyarakat Minang di perantauan, sekaligus sebagai motor penggerak kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi.
Dalam diskusi yang berlangsung, mengemuka komitmen untuk meningkatkan sinergi antar anggota, memperluas jaringan, serta mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar. Nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau seperti adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah kembali ditegaskan sebagai landasan dalam setiap langkah organisasi.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan lintas generasi. Kehadiran anggota muda dinilai penting sebagai penerus estafet organisasi, agar DMS tetap eksis dan relevan di tengah dinamika zaman.
Dengan latar keindahan alam Parapat yang menyejukkan, suasana acara semakin khidmat sekaligus penuh kebersamaan. Tawa, cerita, dan kenangan menyatu dalam satu ruang, memperkuat rasa persaudaraan di antara sesama “dunsanak”.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama, sebagai simbol kebersamaan yang terus terjaga. Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi titik tolak penguatan solidaritas dan kontribusi nyata DMS bagi masyarakat luas.
(Tim)



















