SIMALUNGUN – Di tengah tantangan moral generasi muda akibat derasnya arus digitalisasi, media sosial, dan berbagai persoalan sosial, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Simalungun meneguhkan komitmennya untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan akhlak, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Komitmen tersebut ditandai dengan pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) BKPRMI Kabupaten Simalungun Periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun, Kecamatan Siantar, Minggu (26/7/2026).
Mengusung tema “Pemuda Berdaya, Masjid Berjaya, Negara Terjaga,” pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi titik awal penguatan gerakan dakwah dan pembinaan generasi muda berbasis masjid, sekaligus mempererat sinergi antara BKPRMI, Pemerintah Kabupaten Simalungun, ulama, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan daerah yang religius, harmonis, dan maju.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum DPW BKPRMI Sumatera Utara, Safrizal Harahap, yang melantik H. Wardiono, S.Sy. sebagai Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Simalungun. Ia didampingi Zulham Siregar, S.Pd. sebagai Sekretaris Umum dan Rizky Ramadhan Gultom, S.Pd.I. sebagai Bendahara bersama jajaran pengurus lainnya.
Dalam arahannya, Safrizal Harahap menegaskan bahwa BKPRMI harus mampu menjawab tantangan zaman dengan menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembentukan karakter, penguatan ilmu pengetahuan, pembinaan kepemimpinan, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

“BKPRMI adalah organisasi yang lahir dari masjid dan untuk masjid. Karena itu, seluruh pengurus harus mampu menjadi penggerak dalam memberdayakan masjid sebagai pusat pembinaan akhlak, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Jika masjid hidup, maka umat akan kuat dan lahirlah generasi yang beriman, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan zaman,” tegas Safrizal.
Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk segera melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan remaja masjid agar setiap program BKPRMI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Simalungun, H. Wardiono, S.Sy., menegaskan bahwa amanah yang diembannya merupakan tanggung jawab besar untuk menghadirkan organisasi yang semakin aktif, profesional, dan dekat dengan masyarakat.
“Pelantikan ini bukan garis akhir, melainkan titik awal pengabdian. Kami ingin BKPRMI hadir sebagai rumah besar pembinaan generasi muda, menghidupkan masjid dengan berbagai kegiatan positif, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang religius dan berkarakter,” ujar Wardiono.
Ia memastikan kepengurusan periode 2025–2030 akan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun, Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat, dan berbagai organisasi kemasyarakatan untuk melahirkan program-program yang berdampak nyata bagi umat.
Dukungan penuh juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Bob Presly Saragih, yang membacakan sambutan tertulis Bupati Simalungun. Dalam pesannya, Bupati menegaskan bahwa BKPRMI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membentuk generasi muda yang religius, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan.
Menurut Bupati, di tengah tantangan penyalahgunaan narkoba, lunturnya nilai-nilai moral, hingga derasnya pengaruh media sosial, pembinaan remaja berbasis masjid menjadi kebutuhan yang semakin mendesak. Karena itu, pemerintah berharap BKPRMI terus memperkuat syiar Islam yang menyejukkan, mengembangkan pendidikan Al-Qur’an, membina remaja masjid, serta aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pelantikan dan Rakerda ini diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program inovatif yang mampu memakmurkan masjid, memperkuat dakwah Islam yang moderat, membentuk generasi Qurani yang berakhlak mulia, sekaligus mendukung terwujudnya visi Simalungun Maju melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berdaya saing.
(JF)













