SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun mulai mendorong transformasi tata kelola data sektor industri dan perdagangan melalui peluncuran aplikasi SADATA Habonaron Do Bona (Satu Data Perindustrian dan Perdagangan).
Aplikasi tersebut resmi diluncurkan Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, yang diwakili Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora, dalam kegiatan yang berlangsung di Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Selasa (8/9/2026).
Launching ditandai dengan penekanan tombol pada layar oleh Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Simalungun Eva Suyati Ulyarta menjelaskan, kehadiran SADATA dilatarbelakangi masih belum terintegrasinya data industri dan perdagangan di lingkungan perangkat daerah tersebut.
Selama ini, kata Eva, data masih tersebar, format belum seragam, dashboard belum tersedia, sementara kebutuhan terhadap informasi yang cepat dan akurat semakin tinggi.
“Apabila kondisi ini tidak ditangani, akan menjadi tantangan dalam pengambilan keputusan. Dampaknya dapat berupa keputusan yang lambat, duplikasi data, program yang kurang tepat sasaran hingga melemahnya akuntabilitas,” jelasnya.
Menurutnya, persoalan data bukan sekadar masalah administrasi. Ketidakakuratan atau keterlambatan data juga dapat berdampak terhadap perkembangan sektor industri dan perdagangan, termasuk nilai tambah produk, kesempatan kerja, peluang kemitraan serta pengembangan produk lokal.
Karena itu, SADATA Habonaron Do Bona dirancang untuk menghadirkan satu basis data yang lebih terintegrasi sehingga pemerintah dapat memperoleh gambaran kondisi industri dan perdagangan secara lebih cepat dan akurat.
“Tujuannya adalah mewujudkan transformasi tata kelola data industri dan perdagangan yang terintegrasi, adaptif dan berbasis bukti untuk penguatan daya saing Kabupaten Simalungun,” ujar Eva.
Sementara itu, dalam sambutan tertulis Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih yang disampaikan Sekda Mixnon Andreas Simamora, Pemkab Simalungun memberikan apresiasi kepada jajaran Disperindag yang telah menggagas dan mengembangkan aplikasi tersebut.
Menurut Bupati, pengembangan SADATA merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan agar semakin efektif, terintegrasi, transparan dan berbasis data.
Transformasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada peluncuran aplikasi semata. Lebih jauh, SADATA diharapkan mampu menjadi instrumen bagi pemerintah dalam membaca kondisi riil sektor industri dan perdagangan, menentukan kebijakan yang lebih tepat sasaran serta membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat.
Dengan tersedianya data yang lebih terstruktur dan mudah diakses, pemerintah juga diharapkan dapat mengidentifikasi potensi industri lokal, memperluas peluang kemitraan, mendorong peningkatan produk unggulan daerah serta menciptakan kesempatan kerja yang lebih optimal.
Peluncuran SADATA Habonaron Do Bona sekaligus menjadi langkah Pemkab Simalungun untuk menjadikan data sebagai fondasi dalam mengambil keputusan dan menyusun kebijakan pembangunan, khususnya di sektor perindustrian dan perdagangan.
Dengan demikian, setiap program yang dilahirkan pemerintah diharapkan benar-benar berdasarkan kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan, bukan sekadar berdasarkan perkiraan.
(JF)










