SIMALUNGUN – Waktu terus berjalan, hari demi hari berlalu, tetapi kenangan tentang orang tua yang telah berpulang tidak mudah hilang dari hati seorang anak. Ada kasih sayang yang tetap hidup, nasihat yang terus teringat, dan doa yang tak pernah berhenti dipanjatkan, meski sosok yang dicintai telah lebih dahulu menghadap Sang Pencipta.
Itulah makna yang terasa dalam kegiatan doa bersama keluarga besar Roberton Nainggolan, yang akrab disapa Bang RN, untuk mengenang tiga tahun kepergian ayahandanya, Op Anggun Doli, almarhum Mukkin Nainggolan.
Bang RN, Pangulu Nagori Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, menggelar doa bersama di kediamannya di Huta III Parbeokan, Nagori Buntu Turunan. Kegiatan tersebut dihadiri hampir seratus jamaah dari lingkungan setempat, termasuk sejumlah jamaah yang datang dari beberapa dusun lainnya. Minggu (25/10/2026)
Mereka hadir dengan satu tujuan, yakni memanjatkan doa untuk almarhum sekaligus mempererat tali silaturahmi dalam suasana penuh kekeluargaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan Surah Yasin, zikir, dan diakhiri dengan doa bersama yang dihadiahkan untuk almarhum Mukkin Nainggolan.
Di balik rangkaian ibadah tersebut, tersimpan makna sederhana tetapi mendalam: kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya tidak berakhir ketika kematian memisahkan keduanya. Selama masih diberi kesempatan, doa menjadi salah satu bentuk bakti yang dapat terus dipersembahkan.
Bagi Bang RN dan keluarga, mengenang tiga tahun kepergian Op Anggun Doli bukan semata-mata mengingat hari ketika sang ayah meninggalkan dunia. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi kesempatan untuk kembali merenungkan arti kehidupan, keluarga, dan kebaikan yang seharusnya terus dijaga.
Dalam kehidupan, seseorang mungkin dapat mengumpulkan harta, meraih kedudukan, dan memperoleh berbagai pencapaian. Namun, ketika waktu memanggil untuk kembali kepada Allah SWT, semua itu tidak dapat menggantikan kasih sayang keluarga ataupun menghapus kerinduan terhadap orang tua.
Yang tersisa adalah kenangan, doa, serta nilai-nilai kebaikan yang pernah diajarkan.
Hikmah inilah yang menjadi pengingat bahwa selama orang tua masih ada, berikan perhatian dan kasih sayang sebaik-baiknya. Jangan sampai kesibukan dunia membuat seseorang lupa bahwa waktu bersama keluarga tidak dapat diputar kembali.
Sementara bagi mereka yang telah kehilangan orang tua, doa dan perbuatan baik menjadi jalan untuk terus menjaga hubungan batin dengan sosok yang telah mendahului.
Dalam semangat tersebut, Bang RN memaknai kegiatan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus pengingat bagi dirinya dan keluarga agar senantiasa berbuat baik kepada sesama.
“Kita tidak pernah tahu berapa lama waktu yang diberikan Allah SWT kepada kita. Karena itu, selagi masih hidup, jangan lelah berbuat baik. Hormati orang tua, jaga keluarga, bantu sesama, dan pelihara silaturahmi. Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya seseorang dalam hidup kita,” demikian pesan hikmah yang dirangkum dari makna kegiatan tersebut.
Ada hal yang membuat kegiatan mengenang almarhum ini terasa lebih bermakna. Acara tidak hanya diisi dengan doa, tetapi juga ditutup dengan pembagian sembako, sajadah, dan mukena kepada jamaah yang hadir.
Keluarga besar Bang RN berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para penerima. Sembako diharapkan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara sajadah dan mukena dapat digunakan untuk menunjang ibadah.
Mungkin bantuan yang diberikan tidak mampu menyelesaikan seluruh persoalan hidup seseorang. Namun, kepedulian tidak selalu harus hadir dalam jumlah besar. Terkadang, sesuatu yang diberikan dengan tulus justru terasa paling berarti bagi mereka yang menerimanya.
Sebab, nilai sebuah pemberian bukan hanya terletak pada harga barangnya, melainkan juga pada niat, perhatian, dan kepedulian yang menyertainya.
Di sinilah doa dan berbagi menemukan maknanya. Doa dipanjatkan untuk seseorang yang telah tiada, sementara kebaikan diberikan kepada mereka yang masih menjalani kehidupan.
Keduanya menjadi pengingat bahwa manusia tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Kehadiran hampir seratus jamaah dari Huta III Parbeokan dan sejumlah dusun lainnya pun menjadi gambaran bahwa kebersamaan masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat. Silaturahmi yang terjaga dapat menguatkan persaudaraan, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan rasa bahwa tidak seorang pun seharusnya merasa sendirian dalam kehidupan bermasyarakat.
Hidup Singkat, Tinggalkan Jejak Kebaikan
Ada satu kenyataan yang tidak dapat dihindari siapa pun: setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Jabatan akan berganti, harta akan ditinggalkan, dan usia akan sampai pada batasnya.
Karena itu, yang patut menjadi perhatian bukan hanya apa yang berhasil dikumpulkan selama hidup, tetapi juga kebaikan apa yang telah diberikan kepada orang lain.
Seorang ayah mungkin telah tiada, tetapi nasihatnya dapat terus hidup dalam diri anak-anaknya. Seseorang mungkin telah meninggalkan dunia, tetapi kenangan tentang ketulusan dan kepeduliannya dapat terus menginspirasi orang-orang yang ditinggalkan.
“Pada akhirnya, kita semua akan meninggalkan dunia ini. Jangan hanya sibuk memikirkan apa yang akan kita tinggalkan untuk keluarga, tetapi pikirkan juga kebaikan apa yang dapat kita wariskan kepada sesama. Sebab, hidup yang bermakna bukan hanya tentang berapa lama kita hidup, melainkan tentang berapa banyak kebaikan yang sempat kita lakukan,” demikian pesan hikmah yang relevan dengan momen mengenang almarhum tersebut.
Bagi keluarga besar Bang RN, doa bersama ini menjadi pengingat bahwa kehilangan memang meninggalkan kerinduan, tetapi kerinduan dapat diarahkan menjadi doa, rasa syukur, dan semangat untuk terus menebarkan kebaikan.
Semoga almarhum Mukkin Nainggolan, Op Anggun Doli, mendapat ampunan dan rahmat Allah SWT, dilapangkan kuburnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan kekuatan.
Dan semoga kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu acara, tetapi terus tumbuh menjadi kepedulian nyata di tengah masyarakat.
Sebab, ketika usia berakhir dan langkah tak lagi dapat diteruskan, doa dari keluarga serta jejak kebaikan yang pernah ditanamkan akan menjadi kenangan berharga bagi mereka yang ditinggalkan.
(Tim)










