SIMALUNGUN — Ruas jalan penghubung Kecamatan Tanah Jawa dengan Kecamatan Dolok Panribuan menjadi urat nadi kehidupan warga Nagori Marubun Jaya, Pardamean Asih, hingga Marihat Dolok. Lewat jalan ini hasil pertanian diangkut, anak‑anak berangkat sekolah, warga berobat dan berdagang. Namun puluhan tahun, kerusakan terus berulang dan belum mendapatkan penanganan menyeluruh.

Kawasan Dolok Tolong, Nagori Marubun Jaya menjadi titik paling memprihatinkan. Jalan yang berlubang dan rusak membuat perjalanan berisiko serta menambah beban biaya transportasi setiap hari. Berbagai janji perbaikan datang, tapi belum ada kepastian. Warga pun mencapai titik jenuh.

Alih‑alih hanya mengeluh, mereka mengambil langkah nyata. Warga disana bersama anak‑anak rantau mengumpulkan dana secara swadaya untuk membangun jalan rabat beton di bagian paling rusak. Puluhan orang turun ke lapangan bahu‑membahu mengangkat material, meratakan beton, dan mengatur pekerjaan. Babinsa, Bhabinkamtibmas, Camat, serta Pangulu juga hadir mendampingi gotong‑royong tersebut. Pada Kamis (22/10/2026)

Semangat kebersamaan itu menjadi bukti bahwa inisiatif bisa tumbuh dari masyarakat. Meski begitu, warga menyampaikan pesan penting: jalan itu adalah aset milik Pemerintah Kabupaten Simalungun. Swadaya warga hanya menjadi pemantik, bukan pengganti tanggung jawab pemerintah.

Kini harapan mereka tetap sama, agar pemerintah memberikan penanganan yang serius, terencana dan berkelanjutan. Dari Pardamean Asih, warga tidak hanya memperbaiki badan jalan, tapi juga membangun kembali harapan bahwa kampung halamannya tidak akan terus dilupakan.

(Tim)