LANGKAT – Musibah kebakaran yang menghanguskan empat rumah warga di Dusun Pamah Tambunan, Desa Pamah Tambunan, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, menyisakan duka mendalam bagi para korban. Dalam peristiwa yang terjadi Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 04.15 WIB itu, seluruh harta benda milik korban dilaporkan habis terbakar, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp800 juta.
Empat rumah yang terbakar masing-masing milik Ramlah (63), Bangku Malem Br Bangun (89), Sedarita Ginting, S.H., M.H., anggota DPRD Kabupaten Langkat, serta Marlina Br Bangun (58).
Beruntung, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kehilangan tempat tinggal dan harta benda menjadi pukulan berat bagi keluarga yang terdampak. Dalam sekejap, rumah yang menjadi tempat berlindung dan menyimpan berbagai kenangan berubah menjadi puing-puing akibat amukan api.
Merespons musibah tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, S.H., hadir menyampaikan belasungkawa sekaligus menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada para korban pada Sabtu (24/10/2026).
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Langkat, saya turut prihatin atas musibah tersebut. Semoga cobaan ini bisa bersama kita lewati,” ujar Tiorita.
Pemkab Langkat Salurkan Bantuan Kebutuhan Dasar
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, Pemerintah Kabupaten Langkat melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan berbagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban.
Bantuan dari Dinas Sosial meliputi 40 kilogram beras, empat papan telur, empat kotak mi instan, 12 kasur lipat, sembilan gulung terpal, 30 paket makanan siap saji, 24 paket makanan anak, 12 paket perlengkapan anak (kids ware), 12 paket kebutuhan keluarga (family kit), 12 selimut, dan 40 sarung.
Sementara itu, BPBD Langkat turut menyalurkan delapan paket perlengkapan sandang, empat kotak mi instan, empat matras, delapan selimut, dan empat kasur busa.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan, perlengkapan tidur, pakaian, serta kebutuhan keluarga selama masa darurat pascakebakaran.
Korban Butuh Dukungan untuk Bangkit
Bagi para korban, musibah ini bukan sekadar kehilangan bangunan, tetapi juga kehilangan tempat tinggal dan berbagai barang yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Karena itu, perhatian dan pendampingan dari pemerintah serta kepedulian masyarakat menjadi penting agar para korban dapat melewati masa sulit dan secara bertahap menata kembali kehidupan mereka.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman, termasuk memastikan instalasi listrik dan penggunaan peralatan rumah tangga dalam kondisi aman.
Pemerintah Kabupaten Langkat diharapkan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kebutuhan para korban mendapat perhatian selama proses pemulihan.
Di tengah kehilangan yang dialami, bantuan dan kepedulian menjadi penguat bagi para korban untuk kembali bangkit. Sebab, setelah api memadamkan tempat tinggal dan harta benda, uluran tangan serta solidaritas sesama menjadi harapan untuk memulai kembali kehidupan.
(Amir Hasan)










