SIMALUNGUN – Penyebaran berita bohong atau hoaks dapat memicu keresahan, merusak kerukunan, bahkan mengganggu keamanan masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Kapolres Simalungun AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M., mengajak masyarakat lebih cermat menyaring informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya.
Pesan itu disampaikan Kapolres saat melaksanakan Safari Minggu Kasih di Gereja Katolik Paroki St. Petrus dan Paulus, Jalan Asahan Km V, Nagori Pantoan Maju, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Minggu (25/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat.
Jangan Asal Sebar, Periksa Kebenaran Informasi
Di hadapan sekitar 700 jemaat, Kapolres mengingatkan bahwa informasi yang beredar melalui media sosial maupun aplikasi pesan singkat tidak semuanya benar. Masyarakat diminta tidak mudah terpancing oleh kabar yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Menurutnya, penyebaran hoaks bukan sekadar persoalan informasi yang keliru. Jika dibiarkan, berita bohong dapat menimbulkan kesalahpahaman, memecah persatuan, dan memicu gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Mari bijak bermedia sosial. Periksa kebenaran informasi sebelum dibagikan dan jangan ikut menyebarkannya. Jika ragu, silakan tanyakan atau laporkan kepada kepolisian,” ujar Kapolres.
Imbauan tersebut menegaskan pentingnya tanggung jawab setiap pengguna media sosial. Masyarakat tidak cukup hanya menghindari pembuatan berita bohong, tetapi juga perlu menghentikan penyebarannya dengan tidak meneruskan informasi yang belum terverifikasi.
Polri Hadir di Tengah Masyarakat
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan bahwa Safari Minggu Kasih merupakan bagian dari upaya Polri memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan terbuka.
Kegiatan diawali dengan ibadah Minggu pukul 08.00 WIB, dipimpin oleh Pastor Immanuel Sembiring, OFM.Cap. Ibadah berakhir pukul 09.45 WIB dan dilanjutkan dengan kegiatan Safari Minggu Kasih.
Kapolres hadir bersama Wakapolres Kompol Imam Alriyuddin, S.H., M.H., Kabag Sumda Kompol Marnaek Ritonga, S.H., Kabag Ops Kompol Tukkar Simamora, S.H., M.H., Kasat Intelkam AKP Tombor Marbun, S.H., Kasat Binmas AKP D. Pasaribu, Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky Siahaan, S.H., serta Kasi Humas AKP VJ Purba.
Dalam kesempatan itu, Kapolres memperkenalkan diri kepada jemaat sekaligus menegaskan komitmen Polres Simalungun dan jajaran Polsek untuk menjaga keamanan serta mendukung kelancaran kegiatan keagamaan.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga keharmonisan keluarga, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.
Kapolres turut membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, masukan, maupun keluhan sebagai bahan evaluasi peningkatan pelayanan kepolisian.
“Kami mengharapkan masukan maupun kritik yang membangun. Semua itu akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan,” ungkapnya.
Layanan 110 dan Halo Kapolres Dibuka untuk Masyarakat
Untuk memudahkan masyarakat memperoleh bantuan maupun menyampaikan pengaduan, Kapolres memperkenalkan layanan telepon 110 dan layanan pengaduan Halo Kapolres Simalungun.
Kedua layanan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi antara masyarakat dan kepolisian, khususnya dalam menyampaikan informasi mengenai potensi gangguan kamtibmas maupun persoalan yang membutuhkan penanganan aparat.
Pastor Immanuel Sembiring, OFM.Cap., menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan perhatian Polri. Pihak gereja menyatakan dukungannya terhadap upaya menjaga keamanan dan ketertiban serta mengajak jemaat berperan aktif menciptakan suasana yang damai dan harmonis.
AKP Verry Purba menambahkan, Safari Minggu Kasih merupakan bagian dari upaya memperkuat kemitraan Polri dengan tokoh agama, pengurus rumah ibadah, dan masyarakat melalui silaturahmi serta komunikasi langsung.
Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Melawan hoaks bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama. Sebelum membagikan informasi, pastikan kebenarannya. Sebab, satu informasi yang tidak terverifikasi dapat menyebar luas, sementara memulihkan kepercayaan dan kerukunan membutuhkan waktu.
(anews-chanel.com)










