SIMALUNGUN – Nuansa religius dan penuh kebersamaan menyelimuti Nagori Marihat Baris, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, saat masyarakat Muslim dari Huta (Dusun) III, V, dan VI menggelar Kajian Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah, Sabtu malam (14/2/2026).

Mengusung tema “Rumah Terbaik Itu Bernama Masjid”, kegiatan dipusatkan di lokasi pembangunan Masjid Jami’ At-Taqwa dan sekaligus menjadi bagian dari rangkaian penyambutan bulan suci Ramadhan. Ratusan jamaah dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa, tampak memadati lokasi dengan penuh antusias, bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Suasana khidmat sudah terasa sejak awal acara dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan Qori Mhd Habib Syamsudin, menghadirkan ketenangan spiritual sebelum kajian dimulai.

Ketua Panitia sekaligus Ketua PHBI Nagori Marihat Baris, Robby Sutrisman Purba, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mendapat dukungan luas dari masyarakat dan para donatur. Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci suksesnya acara serta menjadi modal untuk program-program keagamaan ke depan.

“Alhamdulillah, kerja keras panitia mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan para donatur. Terima kasih atas kebersamaan dan kepedulian seluruh masyarakat,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Darwinsyah Silalahi yang juga Ketua BKM Jami’ At-Taqwa turut mengapresiasi partisipasi warga dalam menyukseskan syiar Islam di lingkungan nagori. Ia juga memaparkan rencana kegiatan Ramadhan yang akan difokuskan pada penguatan ibadah dan kemakmuran masjid.

Pangulu Nagori Marihat Baris, Hadi Wijaya, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang sarat makna tersebut. Ia berharap kajian Isra’ Mi’raj mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa.

“Mari kita dengarkan kajian Isra’ Mi’raj dengan penuh kesungguhan, agar ke depan lahir generasi yang berkualitas, berakhlak, dan bertakwa kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Materi kajian disampaikan oleh Al-Ustadz H. Mhd. Yasir Tanjung yang mengajak jamaah untuk memaknai kehidupan dari sisi keberkahan, bukan semata banyaknya kepemilikan. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan setiap nikmat Allah SWT untuk kebaikan serta memperbanyak rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa bulan suci Ramadhan harus diisi dengan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, khususnya dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an serta menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.

“Perbanyak membaca Al-Qur’an dan tanamkan kepada anak-anak agar mereka hidup berdampingan dengan Al-Qur’an,” tegasnya.

Di akhir ceramah, Al-Ustadz menyampaikan pesan spiritual mendalam tentang tiga golongan yang dimuliakan jasadnya oleh Allah SWT, yakni mereka yang gemar membaca Al-Qur’an, yang mengumandangkan azan di masjid, serta yang istiqamah melaksanakan shalat tahajud.

Melalui kegiatan ini, semangat ukhuwah Islamiyah kian terasa kuat di tengah masyarakat. Kajian Isra’ Mi’raj tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat keimanan dan kesiapan spiritual masyarakat Marihat Baris dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. (Tim)