Simalungun — Suasana penuh kekhusyukan, kebersamaan, dan semangat kemanusiaan menyelimuti Pondok Persulukan Tuan Guru Batak Serambi Babussalam Simalungun pada momentum menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Gema takbir yang segera berkumandang, semangat berbagi yang terasa begitu kuat, Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr. H. Ahmad Sabban El-Rahmaniy Rajagukguk menyampaikan rasa syukur, terima kasih, serta doa kepada seluruh Shohibul Qurban yang telah mempercayakan hewan qurbannya kepada pondok persulukan Serambi Babussalam Simalungun. Pada Selasa (26/05/2026).
Bagi TGB, ibadah qurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan simbol ketakwaan, cinta kasih, pengorbanan, serta empati sosial yang menjadi pondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan bermartabat.
“Atas nama panitia qurban dan keluarga besar Pondok Persulukan Tuan Guru Batak Serambi Babussalam Simalungun, kami menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh para Shohibul Qurban yang telah menitipkan amanah qurbannya kepada kami. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan membalasnya dengan keberkahan, kesehatan, keselamatan, serta kemuliaan hidup dunia dan akhirat,” ujar TGB penuh ketulusan.
Dalam kesempatan tersebut, TGB juga memberikan penghormatan khusus kepada para tokoh nasional, pejabat negara, kepala daerah, pengusaha, tokoh masyarakat, dan para dermawan yang telah ikut mengambil bagian dalam ibadah qurban tahun ini.
Daftar Shohibul Qurban :
Tokoh Nasional dan Pejabat Negara
1. Menteri Imigrasi RI
Jenderal Pol. (Purn) H. Agus Andrianto
2. Kapolda Sumatera Utara
Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto
3. Wakil Komisi XIII DPR RI
Dr. H. Sugiat Santoso
4. Anggota DPR RI
Sabam Rajagukguk
5. Anggota DPR RI
Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung
Pemerintah Daerah
6. Bupati Simalungun
Dr. H. Anton Achmad Saragih
7. Wali Kota Pematangsiantar
Wesly Silalahi, S.H., M.Kn.
Akademisi dan Dunia Pendidikan
8. Rektor Universitas Efarina
Dr. JR Saragih, S.H., M.M.
atas nama Hj. Netty Sembiring
Pengusaha dan Dunia Usaha
9. Pengusaha Nasional
Dr. H. Novri Aritonang SH MH.
10. Pengusaha Muda
Ronal Pangaribuan
11. PT Bank Syariah Indonesia (BSI)
Instansi dan Tokoh Masyarakat
12. Kepala Imigrasi Morowali
Yusva Aditya
13. Tokoh Masyarakat
Rudolf V. Saragih
Doa dan Penghormatan untuk Tokoh yang Telah Wafat :
14. Alm. KH. Sulaiman Moranahum Harahap
15. Alm. Aprijan bin Dadak
16. KH. Jepri Hendrika, S.E.
17. Alm. KH. Abdul Hakim Samosir
18. Yudha Ashary
19. Alm. Hadi Sahbana Samosir
TGB menegaskan bahwa sejarah ibadah qurban merupakan warisan agung dari keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, yang mengajarkan arti keikhlasan dan kepatuhan kepada Allah SWT.
Menurut TGB, ketika Nabi Ibrahim AS mendapat perintah untuk mengorbankan putranya yang sangat dicintai, Nabi Ismail AS menerimanya dengan penuh ketundukan dan keimanan. Namun atas kasih sayang Allah SWT, pengorbanan tersebut digantikan dengan seekor hewan sembelihan.
“Dari sejarah qurban itulah umat manusia belajar tentang arti cinta, keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan. Nabi Ibrahim mengajarkan ketulusan dalam menjalankan perintah Tuhan, sementara Nabi Ismail mengajarkan kepasrahan dan keimanan yang luar biasa,” tutur TGB.
Lebih lanjut, TGB menjelaskan bahwa qurban memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan yang sangat kuat. Daging qurban yang dibagikan bukan hanya sekadar makanan, melainkan simbol kasih sayang dan kepedulian kepada sesama manusia, terutama masyarakat yang membutuhkan.
“Qurban adalah jalan menuju ketakwaan. Dari qurban kita belajar tentang solidaritas sosial, cinta kasih, dan pentingnya berbagi kepada sesama. Ketika seseorang berqurban, sejatinya ia sedang mendidik dirinya untuk peduli terhadap penderitaan orang lain,” ungkapnya.
TGB juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga ukhuwah, persaudaraan, toleransi, dan harmoni kehidupan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
“Dari qurban kita merajut ukhuwah dan persaudaraan. Kita tegakkan harmoni kehidupan, kita kuatkan toleransi dan kebersamaan. Empati dan kemanusiaan adalah pondasi utama lahirnya peradaban yang bermartabat,” kata TGB.
Diharapkan pelaksanaan qurban di Pondok Persulukan Tuan Guru Batak Serambi Babussalam Simalungun tahun ini akan berlangsung dengan penuh kebersamaan. Para Khalifah, jamaah, masyarakat, dan panitia bisa bergotong royong dalam proses penyembelihan hingga pendistribusian daging qurban kepada masyarakat.
TGB berharap semangat qurban terus hidup di tengah masyarakat, tidak hanya saat Hari Raya Idul Adha, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling membantu, berbagi, dan menjaga persaudaraan.
“Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan para Shohibul Qurban dengan pahala terbaik, keberlimpahan rezeki, kesehatan, keselamatan, dan kemuliaan hidup dunia akhirat. Semoga qurban ini menjadi jalan hadirnya cinta, kedamaian, dan keberkahan bagi umat manusia,” pungkas TGB.
(Tim)















