SIMALUNGUN – Wujud kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan Komunitas Relawan North Sumatera (KRNS). Bersama Polsek Bandar Huluan dan Pemerintah Kecamatan Bandar Huluan, KRNS menyalurkan bantuan sembako serta donasi kepada Asmawati boru Damanik, warga kurang mampu yang tinggal di Huta IV Dusun Panombean, Nagori Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Kamis (2/7/2026).
Kondisi rumah Asmawati yang masih berdinding tepas dengan atap bocor menjadi perhatian berbagai pihak. Informasi mengenai kondisi tersebut pertama kali disampaikan warga setempat, Nanang Saragih, kepada KRNS.
Sebelumnya, Kepala Dusun (Gamot) Nasrun Nasution bersama masyarakat telah bergotong royong membangun rumah sederhana bagi keluarga tersebut. Namun, karena keterbatasan dana, pembangunan belum dapat diselesaikan secara maksimal. Melihat kondisi itu, Nanang berharap ada bantuan dari berbagai pihak, termasuk KRNS.
Merespons harapan tersebut, Direktur Eksekutif KRNS, Aroji Siagian, menggandeng Kapolsek Bandar Huluan, IPTU Patar Banjar Nahor, untuk menyalurkan bantuan sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga penerima manfaat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami agar selalu hadir di tengah masyarakat, sekaligus mengajak para dermawan untuk bersama-sama membantu warga yang membutuhkan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur, yaitu Najarudin Purba, Agus Suardana, dan Bona Uli Raja Gukguk, yang telah ikut berbagi rezeki,” ujar Aroji Siagian.
Kapolsek Bandar Huluan IPTU Patar Banjar Nahor mengapresiasi langkah KRNS yang terus aktif melakukan aksi kemanusiaan dan berharap semangat gotong royong seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat.
Kegiatan penyaluran bantuan turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Bandar Huluan Rosmita boru Purba mewakili Camat, Kapolsek Bandar Huluan beserta Bhabinkamtibmas, Pangulu Nagori Tanjung Hataran Abdul Rahman Damanik bersama perangkat nagori, serta jajaran pengurus KRNS Simalungun, di antaranya Dody Saragih, Ratna Sari Dewi, Lily Marengkel, dan Darwin Sinaga, serta masyarakat setempat.
Melalui kolaborasi antara komunitas sosial, kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah nagori, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak warga kurang mampu yang dapat merasakan uluran tangan dan semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai keterbatasan. (Tim)











