Simalungun  – Komitmen Pemerintah Kecamatan Hutabayu Raja dalam menjaga kepentingan masyarakat, khususnya para petani, kembali dibuktikan. Rabu (1/7/2026), Camat Hutabayu Raja, Ferry Risdonni Sinaga, S.H., M.H., turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi longsor yang merusak saluran irigasi Bah Tongguran III di Lingkungan Parmonangan, Kelurahan Hutabayu.

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah cepat pemerintah kecamatan untuk melihat secara langsung tingkat kerusakan sekaligus mencari solusi agar saluran irigasi yang menjadi urat nadi pertanian masyarakat dapat segera diperbaiki.

Dalam kegiatan tersebut, Camat didampingi oleh Lurah Hutabayu, Pangulu Nagori Silakkidir, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan PSDA, serta Kepala Lingkungan Parmonangan. Kehadiran seluruh unsur pemerintahan dan aparat keamanan menunjukkan kuatnya sinergi dalam menghadapi persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Setibanya di lokasi, Ferry Risdonni Sinaga meninjau titik longsor yang menyebabkan rusaknya badan saluran irigasi sehingga aliran air menuju areal persawahan terganggu. Dari hasil peninjauan sementara, kerusakan tersebut dinilai cukup serius dan membutuhkan penanganan secepatnya agar tidak semakin meluas.

Apabila kondisi ini tidak segera ditangani, puluhan bahkan ratusan hektare lahan persawahan milik masyarakat terancam mengalami kekeringan. Dampaknya bukan hanya menghambat musim tanam, tetapi juga berpotensi menyebabkan gagal panen yang dapat memengaruhi pendapatan para petani dan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Hutabayu Raja.

Di sela-sela peninjauan, Camat Ferry Risdonni Sinaga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut. Ia memastikan hasil peninjauan akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait agar langkah penanganan darurat maupun perbaikan permanen dapat segera dilakukan.

“Saluran irigasi ini memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan para petani. Karena itu, kami hadir langsung untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan dan memastikan persoalan ini segera ditindaklanjuti. Harapan kami, perbaikan dapat dilakukan secepat mungkin agar pasokan air kembali normal dan aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu,” ungkapnya.

Selain melakukan peninjauan, rombongan juga berdiskusi dengan perangkat kelurahan, pemerintah nagori, serta masyarakat sekitar mengenai kondisi saluran irigasi dan dampak yang mulai dirasakan oleh para petani. Berbagai masukan yang disampaikan warga menjadi bahan penting dalam penyusunan langkah penanganan yang lebih efektif.

Perwakilan PSDA yang hadir turut melakukan identifikasi terhadap tingkat kerusakan sebagai dasar penyusunan rekomendasi teknis. Sementara Babinsa dan Bhabinkamtibmas menyatakan siap mendukung setiap upaya pemerintah dalam menjaga keamanan dan kelancaran proses penanganan di lapangan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat segera merealisasikan perbaikan saluran irigasi tersebut. Sebab, keberadaan irigasi Bah Tongguran III menjadi sumber utama pengairan bagi lahan pertanian warga yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.

Langkah cepat yang dilakukan Camat Hutabayu Raja mendapat apresiasi dari masyarakat. Kehadiran langsung di lokasi dinilai sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah terhadap persoalan yang dihadapi warga, khususnya dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

Dengan sinergi seluruh pihak, diharapkan penanganan longsor saluran irigasi Bah Tongguran III dapat segera direalisasikan sehingga pasokan air kembali normal, aktivitas pertanian dapat berjalan sebagaimana mestinya, dan para petani terhindar dari ancaman gagal panen akibat kekurangan air. (F.Gultom)