Pematangsiantar – Ramadan selalu menghadirkan keindahan yang tidak hanya terasa dalam ibadah, tetapi juga dalam kebersamaan dan persaudaraan. Suasana itulah yang terasa kuat dalam pertemuan silaturahmi antara Syech Ahmad Sabban Rajagukguk Elrahmany, MA, yang dikenal luas sebagai Tuan Guru Batak, bersama Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH, MKn, serta Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan berbagai organisasi masyarakat Islam se-Kota Pematangsiantar.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan MH Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Sabtu (14/03/2026) sore tersebut menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Ramadan yang sebelumnya telah dilaksanakan bersama.
Sejak awal Ramadan, Syech Ahmad Sabban Rajagukguk Elrahmany dan Wali Kota Wesly Silalahi menghadirkan berbagai kegiatan yang sarat nilai spiritual sekaligus kepedulian sosial. Dimulai dari kegiatan buka puasa bersama di Persulukan, kemudian mengajak anak-anak yatim berbelanja kebutuhan Lebaran di pusat perbelanjaan Ramayana, hingga menyampaikan tausiah dan pesan-pesan keagamaan di Pendopo Wali Kota.
Rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni Ramadan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemimpin, ulama, dan masyarakat. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam tausiahnya, Syech Ahmad Sabban Rajagukguk Elrahmany menyampaikan pesan spiritual yang mendalam mengenai makna puasa pada tingkatan khowasul khowas. Menurut beliau, pada tingkatan ini puasa tidak lagi sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi perjalanan spiritual yang mampu melahirkan kesadaran hati yang lebih dalam.
Puasa yang mencapai tingkat tersebut akan menumbuhkan kerendahan hati, memperkuat nilai kemanusiaan, menumbuhkan keikhlasan, serta menghadirkan kedekatan yang lebih kuat kepada Allah SWT.
“Ketika seseorang sampai pada kesadaran spiritual puasa, maka ia akan merasa kecil di hadapan Tuhan. Dari situlah lahir empati kepada sesama, lahir kasih sayang, dan lahir semangat untuk berbuat kebaikan,” ujar Tuan Guru Batak di hadapan para pengurus BKM dan pimpinan organisasi Islam.
Beliau juga menegaskan bahwa puasa tidak boleh dimaknai sebagai alasan untuk melemahkan aktivitas. Sebaliknya, puasa justru harus melahirkan energi spiritual yang mendorong semangat bekerja dan berkarya bagi masyarakat.
Menurutnya, orang yang benar-benar memahami hakikat puasa akan memiliki etos kerja yang tinggi. Puasa melatih disiplin, kesabaran, serta kemampuan mengendalikan diri—nilai-nilai yang sangat penting dalam kehidupan sosial maupun dalam membangun masyarakat yang beradab.
“Puasa bukan membuat kita malas. Puasa justru melahirkan produktivitas. Dari kesadaran spiritual lahir semangat kerja yang lebih kuat,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Syech Ahmad Sabban Rajagukguk Elrahmany juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Wesly Silalahi yang dinilai memiliki kepedulian besar dalam merangkul seluruh elemen umat Islam di Kota Pematangsiantar.
Menurutnya, kegiatan silaturahmi Ramadan bersama BKM dan berbagai organisasi Islam merupakan langkah mulia yang mencerminkan kepemimpinan yang inklusif, merangkul semua golongan, serta menghadirkan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Pemimpin yang baik bukan hanya membangun kota secara fisik, tetapi juga membangun persaudaraan di tengah masyarakat. Ketika ulama, pemerintah, dan organisasi masyarakat bersatu, maka kekuatan moral masyarakat akan semakin kuat,” ungkapnya.
Acara silaturahmi tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Tampak hadir Kapolres Pematangsiantar Sah Udur Togi Marito Sitinjak, S.H., S.I.K., M.H., serta perwakilan dari Kodim 0207/Simalungun yang diwakili oleh Pabung Arjun Sidauruk. Hadir pula perwakilan dari Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Pematangsiantar HM Ali Lubis, serta pimpinan Pondok Pesantren Mahabbaturrosul SAW Ustadz Muhammad Sya’ban BM.
Silaturahmi Ramadan ini juga dihadiri oleh berbagai pimpinan organisasi Islam di Kota Pematangsiantar, seperti BKPRMI, Gerakan Pemuda Ansor, Nahdlatul Ulama, Al Jam’iyatul Washliyah, serta Muhammadiyah, bersama berbagai organisasi kepemudaan, mahasiswa, majelis taklim, dan lembaga dakwah lainnya.

Pesan Mendalam Tuan Guru Batak di Hadapan BKM dan Ormas Islam Di Siantar.
Kehadiran berbagai organisasi tersebut mencerminkan kuatnya semangat ukhuwah Islamiyah di Kota Pematangsiantar. Dalam suasana Ramadan yang penuh berkah, para tokoh agama, pemimpin organisasi, dan pemerintah daerah duduk bersama dalam satu majelis untuk memperkuat persatuan umat.
Pertemuan ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang memperkuat hubungan sosial, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Melalui kebersamaan ini, diharapkan nilai-nilai spiritual Ramadan dapat terus hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Pematangsiantar—mewujudkan kota yang religius, rukun, dan penuh keberkahan. ✨
(Tim)




















