SIMALUNGUN – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar oleh mantan Bupati Simalungun dua periode, JR Saragih, di Pondok Persulukan Serambi Babussalam Simalungun, Nagori Jawa Tongah, Kecamatan Hatonduhan, Minggu (15/03/2025). Dalam kegiatan tersebut, JR Saragih juga memberikan santunan kepada puluhan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Acara yang berlangsung dalam nuansa religius dan kekeluargaan itu turut dihadiri oleh Anton Achmad Saragih selaku Bupati Simalungun, Sekretaris Daerah Mixnon Simamora, Camat Hatonduhan Bill Morgand Saragih, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun. Kehadiran para pejabat daerah tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan sinergi antara tokoh masyarakat, ulama, serta pemerintah daerah.
Rombongan disambut langsung oleh Pimpinan Persulukan Serambi Babussalam, Syech Ahmad Sabban Rajagukguk Elrahmany, yang dikenal luas sebagai Tuan Guru Batak, bersama puluhan khalifah, tokoh masyarakat, serta para pengurus BKPRMI Kabupaten Simalungun. Sambutan hangat dari para santri dan masyarakat setempat menambah khidmat suasana silaturahmi yang digelar di lingkungan pondok persulukan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, kegiatan tidak hanya diisi dengan buka puasa bersama, tetapi juga tausiyah keagamaan, doa bersama, serta penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim dan kaum dhuafa yang berasal dari berbagai nagori di sekitar Kecamatan Hatonduhan. Anak-anak yatim yang hadir tampak bahagia menerima perhatian dan bantuan yang diberikan, terlebih dalam momentum Ramadan yang identik dengan semangat berbagi dan mempererat tali persaudaraan.
Dalam tausiyah singkatnya, Tuan Guru Batak menekankan bahwa Ramadan adalah madrasah bagi hati manusia untuk belajar tentang keikhlasan, kepedulian, dan persaudaraan. Ia mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah bukan karena jabatan atau kekayaan, melainkan karena ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama.
“Ramadan mengajarkan kita untuk melembutkan hati. Ketika kita menyantuni anak yatim, sejatinya kita sedang menumbuhkan kasih sayang dalam diri kita sendiri. Orang yang memuliakan anak yatim akan dimuliakan Allah,” tutur beliau di hadapan para jamaah.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki hubungan sesama manusia serta memperkuat silaturahmi antara ulama, umara, dan masyarakat.
“Jika ulama, pemimpin, dan masyarakat berjalan bersama dalam kebaikan, maka daerah ini akan dipenuhi keberkahan dan kedamaian,” tambahnya.
Sementara itu, JR Saragih dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi dan berbagi kepada anak-anak yatim merupakan bagian dari nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian sosial serta mempererat hubungan antara pemimpin, ulama, dan masyarakat.
“Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Momentum ini mengajarkan kita untuk memperbanyak silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan tidak melupakan saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim,” ujarnya.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika azan Magrib berkumandang dan seluruh tamu undangan bersama-sama berbuka puasa. Hidangan sederhana yang disajikan di lingkungan pondok persulukan menjadi simbol kebersamaan yang menghapus sekat antara pejabat, ulama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Simalungun. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi terus tumbuh dan menjadi budaya yang mengakar dalam kehidupan masyarakat.
Silaturahmi, buka puasa bersama, serta santunan kepada anak yatim tersebut menjadi bukti nyata bahwa Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai bulan ibadah secara personal, tetapi juga sebagai waktu terbaik untuk memperkuat solidaritas sosial, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama di Kabupaten Simalungun.
(Tim)




















