SIMALUNGUN – Suasana penuh keberkahan dan kebersamaan menyelimuti Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 M. Momentum hari besar umat Islam ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mempererat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Rangkaian perayaan dimulai sejak pagi hari di Lapangan Bolakaki Rambung Merah, Kecamatan Siantar, tempat ribuan masyarakat berkumpul untuk melaksanakan Shalat Idul Adha bersama. Hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan perangkat daerah, camat, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum dari berbagai wilayah di Kabupaten Simalungun.

Suasana khidmat begitu terasa saat lantunan takbir menggema mengiringi pelaksanaan Shalat Idul Adha yang dipimpin Imam sekaligus Khatib, Al-Ustadz Muhammad Ali Yusuf Silalahi, S.Pd.I. Jamaah tampak larut dalam nuansa spiritual yang sarat makna pengorbanan, keikhlasan, dan rasa syukur.

Usai pelaksanaan shalat Id, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban di Pamatang Raya. Dalam momen tersebut, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, turun langsung melaksanakan penyembelihan hewan qurban sebagai bentuk keteladanan dan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat.

Sebanyak 10 ekor sapi qurban disembelih langsung oleh Bupati Simalungun dan selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam sambutannya, Bupati Simalungun menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Kabupaten Simalungun. Ia menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keikhlasan, kepedulian, serta semangat gotong royong.

“Semangat berqurban bukan hanya tentang menyerahkan hewan qurban, tetapi juga tentang menumbuhkan rasa empati, kebersamaan, dan pengabdian kepada sesama,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan pelaksanaan Shalat Idul Adha dan kegiatan qurban tahun ini.

“Semoga ibadah yang kita laksanakan bersama membawa keberkahan dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat Kabupaten Simalungun,” tambahnya.

Kebersamaan semakin terasa saat seluruh rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan itu, terjalin silaturahmi yang erat tanpa sekat antara pemimpin dan rakyat.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Idul Adha 1447 H yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Simalungun, Riando P. Purba, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Idul Adha telah dipersiapkan sejak jauh hari oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Menurutnya, kemeriahan Idul Adha telah dimulai sejak malam takbiran melalui kegiatan pawai takbir keliling yang dilepas langsung oleh Bupati Simalungun dari halaman Kantor Bupati di Pamatang Raya.

“Momentum Idul Adha ini diharapkan menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Simalungun,” ujar Riando.

Ia juga menyampaikan bahwa melalui PHBI, Pemerintah Kabupaten Simalungun menyalurkan sebanyak 40 ekor sapi qurban kepada masyarakat di berbagai wilayah. Selain itu, Bupati Simalungun turut menambahkan 10 ekor sapi qurban secara pribadi sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora bersama jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun, Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun Ny. Darmawati Anton Achmad Saragih, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Simalungun Ny. Yulince Mixnon Andreas Simamora, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H tahun ini meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Kabupaten Simalungun. Lebih dari sekadar pelaksanaan ibadah qurban, momentum ini menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, kasih sayang, dan persaudaraan tetap menjadi pondasi utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan penuh keberkahan. (JF)