SIMALUNGUN – Kepemimpinan Ibu Natalia Heppy Sidauruk sebagai Kades/Pangulu Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, semakin lama diduga semakin rancuh, berbagai polemik muncul hingga menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat.

Kades/Pangulu yang seharusnya menjadi menyelenggarakan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, pemberdayaan masyarakat, mengurus urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan desa, seperti administrasi kependudukan, pertanahan, perizinan, ketentraman dan ketertiban, perlindungan masyarakat, justru oleh Pangulu Bosar Nauli diduga tak dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Sejak 1 (satu) tahun terakhir, berbagai masalah muncul di Nagori Bosar Nauli, yang melibatkan perseteruan antara warga dangan kepala desanya, hingga pemberhentian perangkat desa secara sepihak juga menjadi sorotan.

Gerah dengan situasi yang tak menentu, warga dibeberapa huta menyerukan pemakzulan, mereka minta agar Heppy Sidauruk di turunkan sebagai Pangulu Bosar Nauli.

Yang paling keras menyerukan pemakzulan adalah Warga Huta 2 Rondang dan Huta 7 Sukajadi dan juga warga dibeberapa Huta lainnya mulai menyuarakan pemakzulan Heppy Sidauruk sebagai Pangulu Bosar Nauli.

Kegaduhan kembali terjadi, Pada senin 28 Oktober 2024, puluhan warga menggeruduk kantor Pangulu Bosar Nauli, warga yang tak terima atas kebijakan Pangulu Bosar Nauli mendatangi kantor Pangulu seraya meluapkan kekesalannya.

Nama-nama penerima bantuan beras dari pemerintah dialihkan oleh pangulu tanpa melakukan musyawarah terlebih dahulu, sehingga warga Huta 2 Rondang yang tak terima namanya dialihakan meluapkan kekecewaannya kepada Pangulu Bosar Nauli.

Gemuruh suara luapan kekesalan warga dari kalangan emak-emak agar pangulu Bosar Nauli di makzulkan menggema didalam kantor Pangulu Bosar Nauli.

Sekdes Bosar Nauli Mencoba Melerai permasalahan.

Sikap dingin Heppy Sidauruk Pangulu Bosar Nauli yang seolah-olah merasa tak bersalah memicu amarah emak-emak sehingga nada suara semakin kuat dan makin menggelegar didalam kantor Pangulu Bosar Nauli.

Di khawatirkan jika masalah demi masalah antara warga dengan Pangulunya kerap muncul dan tak berujung, hal tersebut akan menimbulkan kerancuan yang semakin besar disangsikan akan terjadi gejolakdan yang tak diinginkan hingga menimbulkan polemik yang lebih besar.

Sebelum terlambat diharapkan kepada pihak-pihak terkait agar segera melakukan tindakan persuasif, agar masalah yang terjadi di Nagori Bosar Nauli tak makin meluas.

Selanjutnya, atas masalah yang tak ada titik temu tersebut, sejumlah warga Bosar Nauli akan membuat Dumas ke Polsek Tanah Jawa, dan akan menyurati ke Bupati Simalungun, Ketua DPRD Simalungun, DPMPN, Inspektorat, Dan Komisi 1. (Tim)

Editor Redaksi : A01