Simalungun – DPK BKPRMI Kecamatan Tanah Jawa bersama BKPRMI Kabupaten Simalungun kembali menegaskan jati dirinya sebagai organisasi kepemudaan Islam yang tidak berhenti pada pembinaan generasi muda semata, tetapi juga hadir nyata di saat umat dan masyarakat dilanda musibah.

Kepedulian itu diwujudkan melalui aksi kemanusiaan berupa penyaluran bantuan kepada warga Nagori Maligas Tongah, Kecamatan Tanah Jawa, yang menjadi korban banjir bandang di Provinsi Aceh dan terpaksa pulang ke kampung halaman dalam kondisi serba terbatas.

Bencana alam yang datang tiba-tiba itu telah merenggut banyak hal: rumah, harta benda, sumber penghidupan, bahkan rasa aman yang selama ini menopang kehidupan keluarga. Di antara warga terdampak adalah keluarga Bapak Irmanto, bersama istri Ainun, Sabar, dan Mesinem, satu rumah dihuni oleh 6 kepala keluarga dengan total 16 jiwa. Mereka kini harus memulai kembali kehidupan dari titik nol, setelah banjir bandang memaksa mereka meninggalkan tempat tinggal di tanah rantau.

Derasnya arus air tidak hanya merobohkan bangunan dan melumpuhkan aktivitas ekonomi, tetapi juga menyisakan trauma mendalam. Lumpur yang mengendap dan puing-puing yang berserakan menjadi saksi bisu betapa berat perjuangan para korban dalam mempertahankan hidup. Kepulangan ke kampung halaman bukanlah pilihan yang mudah, melainkan langkah darurat demi keselamatan keluarga.

Dalam situasi penuh duka dan ketidakpastian tersebut, kehadiran DPK BKPRMI Tanah Jawa dan BKPRMI Kabupaten Simalungun menjadi oase di tengah penderitaan. Bantuan yang disalurkan tidak sekadar dimaknai sebagai uluran materi, melainkan juga dukungan moril, penguat semangat, serta pesan kemanusiaan bahwa para korban tidak sendiri menghadapi ujian ini.

Dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, amanah dari para dermawan dan donatur telah disampaikan langsung kepada para penyintas bencana. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat, antara lain beras, mie instan, minyak goreng, gula, telur, serta bantuan dana tunai guna menunjang kebutuhan mendesak keluarga korban. Meski nilainya tidak sebanding dengan kerugian yang dialami, bantuan ini diharapkan dapat menjadi penopang awal dalam proses pemulihan dan kebangkitan pascabencana.

DPK BKPRMI Tanah Jawa dan BKPRMI Kabupaten Simalungun yang ketuai Bapak Wardiono menyadari sepenuhnya bahwa kekuatan terbesar dalam menghadapi bencana adalah kebersamaan dan gotong royong.

Oleh karena itu, apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan keikhlasan dengan mempercayakan amanah bantuan, di antaranya :

  1. Dr. H. Novri Ompusunggu – Rp500.000
  2. Bapak Wardi Ono – 2 kotak mie instan
  3. Kak Nita Aza – 1 sak beras
  4. Bg Dilal Pradana Siahaan – 1 kg gula dan 1 liter minyak makan
  5. Rizky Gultom – 1 papan telur
  6. Ibu Karyawati – Rp300.000 (beras)
  7. Bg Bara Bara – 1 sak beras
  8. Bg Leles Suprianto – 1 sak beras
  9. Bg Ikhsan – Rp200.000 (beras)
  10. Bg Muhammad Idris – 3 kotak Supermi
  11. Kak Sany Azalah – 1 sak beras

Setiap bantuan yang diberikan adalah bukti nyata bahwa nilai kemanusiaan, empati, dan solidaritas sosial masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. BKPRMI berharap, apa yang telah disalurkan ini dapat meringankan beban para korban, menguatkan langkah mereka di masa sulit, serta menumbuhkan kembali harapan untuk bangkit dan menata kehidupan yang lebih baik.

Semoga setiap kebaikan dicatat sebagai amal jariyah, dibalas oleh Allah SWT dengan rezeki yang berlipat ganda, kesehatan, dan keberkahan hidup bagi seluruh donatur serta pihak yang terlibat. BKPRMI berkomitmen untuk terus menjaga semangat kepedulian, gotong royong, dan pengabdian kepada umat, agar kehadiran organisasi benar-benar dirasakan ketika masyarakat berada pada titik paling membutuhkan. (Tim)