MEDAN – Kamar kos di Jalan Garpu, Medan Petisah, diduga bukan sekadar tempat tinggal. Polisi menemukan tempat tersebut digunakan sebagai gudang penyimpanan sekaligus bagian dari aktivitas peredaran narkoba.

Penggerebekan dilakukan pada Kamis (10/9/2026), setelah polisi lebih dulu menangkap AF alias EL (24) dan SN (36) di Jalan Merak, Medan Sunggal.

Dari tangan keduanya, petugas menyita satu pod getar merek Batman dan dua paket sabu yang diduga siap diedarkan.

Kasus kemudian dikembangkan ke kamar kos yang diduga berkaitan dengan kedua tersangka. Hasilnya, polisi menemukan ganja dalam berbagai kemasan dengan total berat sekitar 1,9 kilogram, selain sabu dan pod getar.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan, kedua tersangka diduga berperan sebagai bandar sekaligus pengedar. Dari pemeriksaan sementara, aktivitas tersebut disebut telah berlangsung sekitar dua tahun.

“Di kamar kos kita dapati satu kotak berisi ganja yang beratnya mencapai 1,5 kilogram, ada empat paket ganja berukuran besar yang beratnya mencapai 350 gram, ada 11 paket ganja berukuran kecil siap edar yang beratnya mencapai 103 gram, dan satu paket ganja yang dikemas dalam toples,” ujar Rafli.

Yang menarik perhatian penyidik, pola transaksi narkoba tersebut dilakukan dengan memanfaatkan komunikasi melalui WhatsApp dan lokasi kos sebagai tempat penyimpanan barang.

Untuk transaksi ganja, polisi mengungkap adanya pola penyerahan yang tidak biasa. Berdasarkan keterangan tersangka, pembeli diarahkan datang ke sekitar kos, sementara barang kemudian dilemparkan dari dalam kamar.

Polisi kini tidak hanya berhenti pada dua tersangka. Dari hasil pemeriksaan, narkoba tersebut diduga berasal dari dua pemasok berbeda. Sabu dan pod getar disebut diperoleh dari pria berinisial Z, sedangkan ganja berasal dari pria berinisial R.

Kedua nama tersebut kini menjadi target pengejaran polisi.

“Untuk kedua pemasok ini kami akan buru. Kami pastikan tidak akan lolos,” tegas Rafli.

Pengungkapan ini menjadi peringatan bahwa peredaran narkoba dapat berlangsung dari tempat yang tampak seperti hunian biasa. Polisi pun terus mendalami jaringan tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

(Tim)