Pematangsiantar – Duka mendalam menyelimuti Kota Pematangsiantar. Harapan keluarga untuk menemukan Kenzo Alvaro (7) dalam keadaan selamat pupus setelah jasad bocah tersebut ditemukan terkubur di timbunan tanah di areal kaplingan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba. Penemuan tragis ini sekaligus membuka tabir misteri atas hilangnya Kenzo yang sebelumnya sempat menggegerkan publik dan viral di media sosial.

Kenzo dilaporkan hilang oleh pihak keluarga pada 31 Desember 2025. Sejak saat itu, pencarian intensif dilakukan oleh keluarga, warga sekitar, hingga relawan. Berbagai sudut lingkungan disisir, termasuk kawasan proyek perumahan yang berada tak jauh dari rumah korban. Namun tak satu pun yang menyangka bahwa lokasi pencarian justru menyimpan fakta paling menyayat hati.

Setelah beberapa hari pencarian tanpa hasil, kecurigaan mengarah ke area kaplingan perumahan Tambun Nabolon, sebuah lokasi proyek yang masih berupa timbunan tanah. Upaya penggalian akhirnya membuahkan hasil pahit. Jasad Kenzo ditemukan terkubur, mengakhiri pencarian panjang yang sempat dipenuhi harapan.

Peristiwa ini langsung menyedot perhatian luas masyarakat. Kabar hilangnya Kenzo yang sebelumnya viral di berbagai platform media sosial berubah menjadi gelombang duka dan tanda tanya besar. Publik mempertanyakan bagaimana seorang bocah berusia tujuh tahun bisa berakhir terkubur di lokasi proyek, serta apakah ada unsur kelalaian atau bahkan tindak pidana di balik kematiannya.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Sitinjak membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Ia menyampaikan bahwa laporan kehilangan telah diterima pihak kepolisian dan saat ini penyidikan masih berlangsung secara intensif.

“Kami telah menerima laporan orang hilang dan saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian serta kronologi lengkap peristiwa ini,” ujar Kapolres.

Polres Pematangsiantar menurunkan tim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), menggali keterangan dari sejumlah saksi, serta mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan apakah kematian korban murni kecelakaan atau terdapat unsur perbuatan melawan hukum.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum merilis hasil resmi terkait penyebab kematian Kenzo. Aparat masih berhati-hati agar setiap kesimpulan didasarkan pada fakta dan bukti yang kuat, termasuk hasil pemeriksaan medis dan forensik.

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Di tengah suasana duka, publik kini menaruh harapan besar agar aparat kepolisian mengungkap kebenaran secara transparan dan tuntas, sehingga keadilan dapat ditegakkan dan peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Kasus kematian Kenzo Alvaro menjadi pengingat keras tentang pentingnya pengawasan lingkungan, keselamatan anak, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga ruang publik, khususnya di area proyek dan pembangunan.


Tim Red