SIMALUNGUN — Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 bukan sekadar momentum mengibarkan Sang Merah Putih, mengenang jasa para pahlawan, atau menggelar berbagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kemerdekaan adalah sebuah amanah besar yang harus terus diperjuangkan agar benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat.
Pesan tersebut disampaikan Dr. H. Novri Ompusunggu, SH., MH., dalam momentum peringatan HUT RI ke-81. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk kembali merenungkan makna kemerdekaan setelah 81 tahun Indonesia berdiri sebagai bangsa yang berdaulat.
“Kemerdekaan bukan hadiah. Kemerdekaan dibayar dengan pengorbanan, darah, air mata dan perjuangan para pahlawan. Karena itu, generasi hari ini tidak boleh hanya menikmati hasil kemerdekaan, tetapi juga harus menjaga dan mengisinya dengan tanggung jawab,” pesannya.
Menurutnya, perjuangan bangsa belum selesai. Bentuk perjuangan memang telah berubah. Jika dahulu para pahlawan berjuang melawan penjajahan dengan senjata, maka generasi sekarang menghadapi tantangan berupa kemiskinan, ketidakadilan, kesenjangan, lemahnya integritas, penyalahgunaan kekuasaan, serta berbagai persoalan sosial yang masih dirasakan masyarakat.
Kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan nyata. Rakyat harus merasakan kehadiran negara melalui pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang layak, pembangunan yang merata, infrastruktur yang baik, lapangan pekerjaan, kepastian hukum dan kehidupan yang bermartabat.
Ia menegaskan, ukuran keberhasilan kemerdekaan bukan hanya pembangunan fisik atau angka-angka pertumbuhan ekonomi. Yang jauh lebih penting adalah sejauh mana masyarakat kecil mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih baik.
«“Apa arti kemerdekaan jika masih ada rakyat yang merasa tidak didengar? Apa arti pembangunan jika masih ada masyarakat yang tertinggal? Dan apa arti kemajuan jika keadilan belum dirasakan secara merata?”»
Pertanyaan tersebut, menurutnya, harus menjadi bahan renungan bersama.
Jangan Biarkan Kemerdekaan Kehilangan Makna
Dr. H. Novri Ompusunggu juga mengingatkan bahwa kemerdekaan dapat kehilangan maknanya apabila masyarakat kehilangan kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, semangat gotong royong harus kembali diperkuat. Masyarakat tidak boleh mudah dipecah oleh perbedaan pilihan politik, suku, agama, maupun kepentingan kelompok.
“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan berbeda dalam mencintai Indonesia. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan kehilangan persaudaraan,” ujarnya.
Ia juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Menurutnya, masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang hari ini sedang tumbuh dan belajar.
Generasi muda harus dibekali bukan hanya dengan kecerdasan, tetapi juga karakter, integritas, keberanian dan kepedulian sosial.
“Jangan wariskan kepada anak-anak kita hanya sebuah negeri yang merdeka secara politik. Wariskan kepada mereka Indonesia yang adil, maju, bermartabat dan memberikan harapan,” katanya.
Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata
Memasuki usia 81 tahun, Indonesia menurutnya tidak boleh berpuas diri. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Para pemimpin harus bekerja untuk rakyat, aparat harus memberikan pelayanan dan perlindungan, dunia usaha harus ikut membuka kesempatan, sementara masyarakat harus mengambil bagian dalam pembangunan.
Kemerdekaan tidak boleh berhenti pada upacara dan pidato. Merah Putih harus menjadi simbol tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa.
“Jangan tanyakan apa yang sudah diberikan negara kepada kita. Tanyakan kepada diri sendiri, apa yang sudah kita berikan untuk negeri ini,” pesannya.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT RI ke-81 sebagai momentum memperbarui komitmen kebangsaan.
Mari kita rawat kemerdekaan dengan persatuan. Kita isi dengan kejujuran. Kita perjuangkan dengan keberanian. Dan kita buktikan dengan kerja nyata.
Sebab, menurutnya, kemerdekaan sejati bukan hanya ketika sebuah bangsa bebas dari penjajahan, tetapi ketika setiap rakyat memiliki kesempatan untuk hidup aman, adil, sejahtera dan bermartabat di tanah airnya sendiri.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merdeka bukan sekadar kata.
Merdeka adalah tanggung jawab.
Merdeka adalah perjuangan yang tidak pernah selesai.
(Bang Aziz)















