TANGERANG, 28 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun terus memperkuat upaya memperkenalkan potensi dan produk unggulan daerah ke pasar yang lebih luas. Langkah tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Pemkab Simalungun dalam Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 yang berlangsung di Kabupaten Tangerang, 27–29 Agustus 2026.

Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih, bersama jajaran Pemkab Simalungun hadir membawa beragam potensi terbaik daerah untuk diperkenalkan kepada masyarakat, pelaku usaha, pemerintah daerah, calon mitra, hingga investor.

Melalui Stand Kabupaten Simalungun, berbagai produk unggulan sektor pertanian dan UMKM lokal dipamerkan. Di antaranya beras, jeruk, nanas, tomat, jahe, cabai merah keriting, salak, bawang merah, teh, kopi, madu, serta beragam produk olahan UMKM khas Simalungun.

Kehadiran Stand Kabupaten Simalungun mendapat perhatian dari para pengunjung. Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, bersama sejumlah kepala daerah, turut mengunjungi stand tersebut dan melihat langsung berbagai produk unggulan yang ditampilkan.

Dalam kesempatan itu, Bima Arya mengapresiasi penyelenggaraan Apkasi Otonomi Expo yang telah memasuki pelaksanaan ketujuh. Menurutnya, keberhasilan sebuah expo tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari dampak ekonomi yang mampu dihasilkan.

“Indikatornya tidak hanya jumlah pengunjung, tetapi jumlah transaksi dan realisasi investasi. Ini adalah sarana yang sangat baik untuk memaksimalkan potensi daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah,” ujar Bima Arya.

Sementara itu, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih mengatakan, keikutsertaan Kabupaten Simalungun dalam AOE 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan produk UMKM dan hasil pertanian daerah kepada pasar yang lebih luas.

“Ini semuanya adalah produksi dari UMKM di Kabupaten Simalungun. Ini kesempatan untuk mempromosikan produk Simalungun. Ada teh, kopi, madu, kemudian banyak jeruk dari pertanian, ada jahe, cabai, salak, dan bawang merah. Semuanya kita promosikan melalui ajang expo ini,” kata Bupati.

Menurutnya, keikutsertaan Kabupaten Simalungun dalam ajang tersebut bukan sekadar untuk menampilkan produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi sarana membuka peluang kerja sama dan kemitraan yang lebih luas.

Momentum AOE 2026 diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan transaksi, membuka akses investasi, serta menghadirkan peluang kemitraan usaha bagi pelaku UMKM dan masyarakat Kabupaten Simalungun.

Pemkab Simalungun terus berkomitmen mendorong agar potensi daerah mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semakin terbukanya akses pasar, UMKM diharapkan semakin berkembang, produk pertanian memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, kesejahteraan petani meningkat, dan pertumbuhan ekonomi daerah terus bergerak maju.

Melalui keikutsertaan dalam Apkasi Otonomi Expo 2026, Kabupaten Simalungun kembali menunjukkan komitmennya untuk membawa produk lokal naik kelas, dikenal lebih luas, serta mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Dari Simalungun untuk pasar yang lebih luas. (Jf)