Simalungun — Masa depan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh kekuatan moral, akhlak, serta lingkungan sosial dan keagamaan yang membentuk karakter mereka. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian penting dalam Musyawarah Daerah (Musda) VIII Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kabupaten Simalungun Tahun 2026.
Musda VIII MUI Simalungun digelar di Gedung MUI Kabupaten Simalungun, Jalan Asahan Km 3,5, Kabupaten Simalungun, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam hingga pengurus pondok pesantren se-Kabupaten Simalungun.
Dalam kegiatan tersebut, Peltu Suyanto hadir mewakili Danramil 08/Bangun Kodim 0207/Simalungun. Kehadiran jajaran TNI menjadi bagian dari komitmen memperkuat sinergi bersama ulama dan pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus membangun ketahanan moral masyarakat.
Musda VIII MUI Simalungun dinilai menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan MUI ke depan. Lebih dari sekadar agenda organisasi, forum tersebut juga menjadi ruang untuk membicarakan tantangan kehidupan umat dan masa depan generasi muda di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Sejumlah pejabat dan tokoh penting turut hadir, di antaranya Sekda Simalungun M. Andreas Simamora, Ketua DPRD Simalungun H. Sugiarto, SE, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simalungun Dr. H. Bahrum Saleh, MA, Ketua MUI Provinsi Sumatera Utara Dr. H. Mertua Simanjuntak, serta Ketua MUI Kabupaten Simalungun Drs. H. Ki Derajat Purba, SH, MM.
Turut hadir Dewan Pertimbangan DP MUI Simalungun H. Soakanda Siregar, S.Ag., Lettu CKE M. Haris mewakili Danrem, Iptu M. Arifin Harahap mewakili Kapolres Simalungun, serta perwakilan berbagai organisasi masyarakat Islam dan pengurus pondok pesantren se-Kabupaten Simalungun.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan doa. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan pelaksanaan kegiatan oleh panitia, sambutan Ketua MUI Simalungun, sambutan Ketua DPRD Simalungun, sambutan Bupati Simalungun yang diwakili Sekda, serta arahan dan bimbingan Ketua MUI Provinsi Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Simalungun menekankan pentingnya keberadaan MUI dalam memberikan bimbingan moral dan akhlak kepada generasi muda maupun seluruh umat Islam di Kabupaten Simalungun.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda. Perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, hingga degradasi nilai moral membutuhkan perhatian bersama. Dalam kondisi tersebut, peran ulama tidak dapat berdiri sendiri, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat.
Di sinilah sinergi antara ulama, pemerintah dan TNI-Polri memiliki arti penting. Pendekatan keamanan semata tidak cukup untuk membangun generasi yang tangguh. Pembinaan karakter, pendidikan agama, keteladanan dan penguatan keluarga harus berjalan beriringan.
Kehadiran Peltu Suyanto mewakili Koramil 08/Bangun dalam forum tersebut juga mencerminkan pentingnya keterlibatan seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
TNI tidak hanya memiliki peran dalam menjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga memiliki kepentingan besar dalam memastikan lingkungan masyarakat tetap kondusif. Generasi muda yang memiliki karakter kuat, disiplin dan berakhlak merupakan salah satu modal penting bagi masa depan bangsa.
Musda VIII MUI Simalungun pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai kepengurusan dan program organisasi. Lebih jauh, forum tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan nilai-nilai agama tetap menjadi fondasi dalam kehidupan masyarakat.
Ulama memberikan tuntunan moral dan keagamaan, pemerintah menghadirkan kebijakan serta pelayanan publik, sementara TNI-Polri menjaga keamanan dan ketertiban. Jika seluruh kekuatan tersebut berjalan dalam satu visi, maka upaya membangun masyarakat Simalungun yang religius, harmonis dan berkarakter akan semakin kuat.
Masa depan generasi muda Simalungun adalah tanggung jawab bersama. Dan Musda VIII MUI menjadi salah satu ruang penting untuk memperkuat komitmen tersebut.







