Medan Belawan – Aksi tawuran antar kelompok di Kecamatan Medan Belawan masih menjadi masalah yang belum terpecahkan. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda untuk berdialog, namun konflik antar kelompok tersebut tak kunjung mereda.
Terbaru, aksi tawuran kembali pecah pada Jumat malam, 8 Agustus 2025, di Jalan Selebes, Kelurahan Belawan II. Tawuran yang berlangsung sejak setelah salat Magrib hingga menjelang Subuh itu mengakibatkan sejumlah warga terluka akibat terkena peluru senapan angin dan panah. Selain itu, dua unit sepeda motor dibakar dan puluhan rumah mengalami kerusakan parah.
Kapolsek Belawan, AKP Ponijo, mengungkapkan bahwa saat personel kepolisian menerima informasi dan menuju lokasi kejadian, mereka justru mendapat serangan berupa lemparan batu dan cacian dari kerumunan ibu-ibu yang berada di lokasi tawuran.
“Karena jumlah personel yang kalah banyak, polisi terpaksa mundur untuk menghindari eskalasi yang lebih besar,” jelas Kapolsek.
Di saat yang bersamaan, aksi tawuran juga terjadi di Kelurahan Belawan Bahagia. Dalam kejadian ini, polisi berhasil mengamankan dua orang pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam.
Namun, situasi kembali memanas saat kedua pemuda tersebut dibawa ke Mapolsek Belawan. Puluhan ibu-ibu menyerang petugas kepolisian dan memaksa agar kedua pemuda tersebut dibebaskan. Demi keselamatan, polisi terpaksa mengalah dan mundur.
Hingga saat ini, jumlah pasti korban luka akibat tawuran tersebut belum diketahui secara pasti, karena pihak keluarga korban belum membuat laporan resmi. Namun, pada Sabtu pagi dilaporkan bahwa situasi di Belawan telah kembali kondusif dan warga sudah kembali beraktivitas seperti biasa.
Kejadian ini menjadi tantangan tersendiri bagi aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Belawan. Perlu adanya pendekatan yang lebih komprehensif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk mengatasi akar masalah tawuran yang terus berulang ini.
Tim Redaksi : MSN










