ANEWS-Chanel – Salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026 akhirnya terjadi. Raksasa sepak bola dunia, Brazil national football team, harus mengubur mimpi meraih gelar juara dunia keenam setelah secara mengejutkan takluk 1-2 dari Norway national football team pada babak 16 besar di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Minggu (5/7/2026) waktu setempat atau Senin (6/7/2026) WIB.
Di balik kemenangan bersejarah Norwegia, berdiri sosok yang tampil luar biasa, Erling Haaland. Striker bertubuh jangkung itu menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Brasil dengan memborong dua gol pada menit ke-79 dan ke-90. Sementara gol balasan Brasil yang dicetak Neymar melalui titik penalti pada masa injury time hanya menjadi pelipur lara yang tak mampu mengubah nasib Selecao.
Hasil tersebut menjadi tamparan keras bagi Brasil yang datang ke Amerika Utara dengan status sebagai salah satu favorit juara. Skuad bertabur bintang yang dihuni Neymar, Vinícius Júnior, Bruno Guimarães, Alisson Becker hingga Matheus Cunha justru gagal menunjukkan ketajaman ketika menghadapi tim yang bermain disiplin, sabar, dan sangat efektif.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Brasil langsung mengambil inisiatif menyerang. Dominasi penguasaan bola dan intensitas serangan membuat Norwegia lebih banyak bertahan di wilayah sendiri.
Peluang emas pertama hadir pada menit ke-10 ketika Matheus Cunha dijatuhkan Kristoffer Ajer di dalam kotak penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Momentum itu seharusnya menjadi jalan bagi Brasil untuk mengendalikan pertandingan.
Namun justru di titik inilah awal petaka Selecao.
Eksekusi penalti Bruno Guimarães berhasil ditebak dengan sempurna oleh kiper Norwegia, Ørjan Nyland. Penyelamatan gemilang tersebut bukan hanya menjaga gawang Norwegia tetap perawan, tetapi juga mengangkat moral seluruh pemain The Viking.
Setelah kegagalan penalti itu, Brasil terus menggempur pertahanan lawan. Vinicius Junior beberapa kali menusuk dari sisi kiri, Rayan dan Danilo aktif membantu serangan, sementara Cunha terus berupaya mencari ruang di kotak penalti.
Meski menciptakan sejumlah peluang matang, buruknya penyelesaian akhir membuat semua usaha Brasil berakhir sia-sia. Hingga turun minum, skor tetap bertahan 0-0.
Di sisi lain, Norwegia tidak panik menghadapi tekanan. Mereka tetap disiplin menjaga organisasi permainan dan sesekali melancarkan serangan balik cepat melalui kreativitas Martin Ødegaard dan kecepatan Haaland. Beberapa peluang sempat mengancam, tetapi masih mampu diamankan Alisson.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Brasil tetap mendominasi penguasaan bola, namun semakin frustrasi karena rapatnya pertahanan Norwegia.
Momentum yang ditunggu-tunggu akhirnya datang pada menit ke-79.
Berawal dari sebuah umpan silang akurat ke jantung pertahanan Brasil, Haaland melompat lebih tinggi dibanding para bek lawan sebelum melepaskan sundulan keras yang tak mampu dijangkau Alisson. Stadion seketika bergemuruh saat Norwegia unggul 1-0.
Gol tersebut mengubah arah pertandingan sepenuhnya. Brasil yang tertekan mulai kehilangan ketenangan dan membuka ruang di lini belakang.
Situasi itu dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Norwegia.
Pada menit ke-90, Haaland kembali menunjukkan insting predatornya. Memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Brasil, bomber andalan itu melepaskan tendangan keras yang bersarang di sudut gawang Alisson. Gol kedua tersebut praktis mengunci kemenangan Norwegia sekaligus membungkam jutaan pendukung Brasil di seluruh dunia.
Brasil baru mampu mencetak gol pada menit ke-90+10 melalui penalti Neymar setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. Meski sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2, waktu yang tersisa tidak cukup bagi Selecao untuk mengejar hasil imbang.
Peluit panjang akhirnya memastikan langkah Brasil terhenti di babak 16 besar.
Kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling mengejutkan sepanjang Piala Dunia 2026 sekaligus mencatat sejarah buruk bagi Brasil. Untuk pertama kalinya sejak 1990 FIFA World Cup, Selecao gagal melangkah melewati babak 16 besar. Selama delapan edisi berikutnya, Brasil selalu mampu menembus sedikitnya babak perempat final.
Hasil ini juga menjadi pukulan telak bagi pelatih Carlo Ancelotti yang dipercaya mengembalikan kejayaan Brasil di pentas dunia. Meski diperkuat sederet pemain kelas dunia, tim Samba gagal memanfaatkan peluang-peluang emas dan justru dihukum oleh efektivitas permainan Norwegia.
Sementara itu, kemenangan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Norwegia. Tim berjuluk The Viking berhasil melangkah ke babak perempat final dengan menyingkirkan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia. Penampilan disiplin, kerja sama tim yang solid, serta ketajaman Erling Haaland menjadi kombinasi sempurna yang membawa mereka menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Tambahan dua gol ke gawang Brasil juga membuat Haaland mengoleksi tujuh gol sepanjang turnamen. Torehan tersebut menyamai catatan Kylian Mbappé dan Lionel Messi dalam persaingan perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Kini Norwegia melangkah penuh percaya diri ke babak perempat final dengan status sebagai kuda hitam yang mulai diperhitungkan. Sebaliknya, Brasil harus pulang membawa kekecewaan besar, melakukan evaluasi menyeluruh, dan kembali menunda impian meraih trofi Piala Dunia keenam yang telah dinantikan lebih dari dua dekade. (Tim)









