ANEWS-Chanel – Timnas Jepang kembali menunjukkan performa kelas dunia setelah meraih kemenangan telak 4-0 atas Tunisia dalam lanjutan Grup F Piala Dunia 2026, Minggu (21/6/2026). Hasil ini bukan hanya memperkuat posisi Jepang di klasemen, tetapi juga menghadirkan malam bersejarah dengan terciptanya tiga rekor sekaligus.
Sejak awal laga, Jepang tampil agresif, terorganisir, dan efektif dalam memanfaatkan setiap peluang. Tunisia dibuat tak berdaya menghadapi tempo permainan cepat dan pressing ketat yang diterapkan Samurai Biru.
Jepang langsung mengambil alih kendali permainan sejak menit pertama. Kombinasi umpan-umpan cepat, pergerakan tanpa bola yang disiplin, serta transisi menyerang yang tajam membuat Tunisia kesulitan keluar dari tekanan.
Pertahanan Tunisia dipaksa bekerja ekstra keras sepanjang laga. Namun tekanan beruntun akhirnya berbuah gol yang membuka jalan bagi pesta empat gol Jepang ke gawang lawan.
Striker utama Jepang, Ayase Ueda, tampil impresif dengan mencetak dua gol penting yang menjadi kunci kemenangan Samurai Biru. Ueda menunjukkan insting tajam sebagai penyerang dengan penyelesaian akhir yang efektif dan ketenangan di depan gawang.
Dua gol lainnya dicetak oleh Daichi Kamada dan Junya Ito, yang turut mempertegas dominasi Jepang di sektor serangan.
Kombinasi lini depan Jepang tampil sangat efisien dan sulit dihentikan sepanjang pertandingan.
Kemenangan 4-0 ini mencatatkan tiga sejarah penting bagi Jepang di Piala Dunia:
1. Kemenangan terbesar Jepang di Piala Dunia
Skor 4-0 menjadi kemenangan paling telak sepanjang sejarah keikutsertaan Jepang di Piala Dunia.
2. Rekor terbaik tim Asia
Jepang resmi menjadi negara Asia dengan kemenangan terbesar di Piala Dunia, melampaui rekor sebelumnya.
3. Rekor individu Ayase Ueda
Ueda menjadi pemain Jepang pertama yang mencetak dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia, sebuah pencapaian bersejarah bagi sepak bola Jepang.
Tambahan tiga poin membuat Jepang kini mengoleksi empat poin dan berada di posisi kedua Grup F, hanya kalah selisih gol dari Belanda.
Dengan kondisi tersebut, Jepang berada di jalur kuat menuju babak 32 besar. Bahkan hasil imbang pada laga terakhir sudah cukup untuk mengamankan tiket ke fase gugur.
Pertandingan Jepang kontra Tunisia juga tercatat sebagai laga ke-1000 dalam sejarah Piala Dunia, menambah nilai historis pada duel tersebut.
Di tengah momen bersejarah itu, Jepang tampil sebagai pusat perhatian dengan permainan dominan yang menunjukkan kematangan mereka sebagai tim elite modern.
Jepang tidak hanya meraih kemenangan besar, tetapi juga mengirimkan pesan tegas kepada pesaingnya: Samurai Biru kini bukan lagi sekadar kuda hitam, melainkan kekuatan nyata yang siap bersaing di level tertinggi.
Dengan performa solid, efektivitas tinggi, dan organisasi permainan yang rapi, Jepang semakin menunjukkan bahwa mereka adalah salah satu kandidat kuat di Piala Dunia 2026.













