TOBA, — Jalur rawan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kembali memakan korban. Sebuah bus yang mengangkut rombongan anak Sekolah Minggu asal Indrapura, Kabupaten Batu Bara, terjun ke jurang sedalam sekitar 15 meter di Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kecelakaan terjadi saat hujan mengguyur deras, membuat badan jalan licin dan sulit dikendalikan. Lokasi ini bukan kali pertama menjadi saksi kendaraan terperosok ke jurang—warga menyebut insiden serupa sudah berulang kali terjadi.
“Kalau hujan, hampir pasti ada yang tergelincir. Ini memang titik rawan,” tegas seorang warga bermarga Simatupang.
Bus tersebut membawa anak-anak Sekolah Minggu yang hendak menuju Panti Karya Hephata di Laguboti untuk kegiatan bakti sosial. Namun perjalanan itu berubah menjadi kepanikan ketika kendaraan kehilangan kendali dan jatuh ke jurang.
Beruntung, seluruh penumpang selamat. Meski demikian, sejumlah korban mengalami luka ringan dan harus mendapatkan penanganan medis.
Kanit Laka Lantas Polres Toba, Aipda R. Aritonang, memastikan kecelakaan ini merupakan kecelakaan tunggal. “Seluruh korban sudah dievakuasi. Pendataan masih berlangsung,” ujarnya singkat.
Ironisnya, belum lama setelah insiden bus, kecelakaan kembali terjadi di titik yang hampir sama. Sebuah mobil Toyota Innova ikut tergelincir dan masuk ke jurang sedalam sekitar dua meter—mempertegas betapa berbahayanya jalur tersebut saat hujan.
Peristiwa beruntun ini menjadi alarm keras bagi pihak terkait. Jalinsum di kawasan itu bukan sekadar jalur sibuk, tetapi juga titik rawan yang membutuhkan penanganan serius, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga rambu peringatan yang memadai.
Polres Toba mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca buruk. Namun lebih dari itu, kejadian ini menegaskan satu hal: tanpa pembenahan nyata, jalur ini akan terus menjadi ancaman bagi pengguna jalan.
Tim











