SIMALUNGUN – Kecepatan respons Polsek Serbalawan kembali menjadi sorotan. Begitu laporan kecelakaan kereta api diterima, aparat langsung meluncur ke lokasi tanpa jeda. Namun di balik kesigapan itu, tragedi memilukan tak terelakkan. Seorang pelajar SMK berusia 16 tahun, Joel Nenggolan, meregang nyawa setelah tertabrak Kereta Api Siantar Express di jalur rel Km 39+8/9 Lingkungan V Sinaksak, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Senin (19/1/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.

Kapolsek Serbalawan AKP Gunawan Sembiring, S.H. menegaskan bahwa jajarannya bergerak cepat sejak laporan awal masuk.

“Sekitar pukul 16.00 WIB kami menerima informasi dari masyarakat. Tanpa menunggu lama, personel langsung saya perintahkan turun ke TKP untuk penanganan,” tegas Kapolsek saat dikonfirmasi Selasa (20/1/2026) pagi.

Saksi mata Candra Teo Anugrah Manurung (26), warga Lingkungan VI Sinaksak, mengaku menyaksikan langsung momen mengerikan itu dari belakang rumahnya di Jalan Melati.

“Saya lihat Joel berjalan dari Gang Melati ke arah rumah. Jalannya menunduk, seperti tidak fokus. Tiba-tiba klakson kereta berbunyi keras dari arah Siantar,” tutur Candra.

Menurutnya, jarak kereta dengan korban hanya sekitar 20 meter. Meski masinis telah membunyikan klakson panjang berulang kali dan warga berteriak memperingatkan, korban sama sekali tak bereaksi.

“Semuanya cepat sekali. Dalam hitungan detik, kereta menghantam tubuhnya dan korban terpental,” ucap Candra dengan suara bergetar.

Petugas keamanan PT KAI, Yogi Kurniadi (27), mengatakan dirinya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari komandan regu berdasarkan informasi masinis KA Siantar Express rute Pematang Siantar–Medan.

“Setibanya di lokasi, benar ditemukan seorang pelajar tertabrak kereta api,” ungkapnya.

Sejumlah warga sekitar, termasuk Doli Manurung (30), turut membantu proses evakuasi korban di tengah kepanikan.

Tim Polsek Serbalawan yang dipimpin PS Kanit Intel Aiptu Sutiono, bersama Aiptu Bambang Irawan (Kapos Pol Purbasari), Aiptu Simson Purba, dan Aiptu Aswin Manurung (Piket SPKT), segera melakukan pengamanan dan olah TKP.

“Korban ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka berat di kepala sebelah kanan serta patah tulang tangan kanan,” jelas AKP Gunawan.

Orang tua korban yang tiba di lokasi segera membawa Joel ke RS Efarina Pematang Siantar menggunakan mobil warga. Namun upaya penyelamatan tak membuahkan hasil. Korban dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit.

“Kami turut berduka. Korban masih sangat muda dan seharusnya memiliki masa depan panjang,” ucap Kapolsek dengan nada prihatin.

Kapolsek memastikan seluruh prosedur penanganan dilakukan secara lengkap dan profesional.

“Kami telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa sepatu kanan milik korban, memeriksa kondisi korban di rumah sakit, memeriksa saksi-saksi, mendokumentasikan kejadian, dan melaporkan ke pimpinan,” tegasnya.

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui Joel Nenggolan merupakan siswa SMK Negeri 3 Pematang Siantar jurusan Perhotelan. Korban diketahui rutin melintasi jalur rel tersebut setiap hari untuk berangkat dan pulang sekolah, dari Gang Melati Lingkungan VII menuju rumahnya di Perumahan Residence Sinaksak Blok A No.15, yang berada persis di sisi rel kereta api.

Jenazah korban akan menjalani visum et repertum di RSUD dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar. Sementara penyebab pasti korban tidak merespons peringatan klakson masih dalam pendalaman kepolisian.

Tragedi ini menjadi alarm keras bagi masyarakat, khususnya pelajar dan warga yang bermukim di sekitar rel, agar lebih waspada dan tidak lengah saat melintas jalur kereta api. Di sisi lain, kesigapan Polsek Serbalawan kembali menegaskan kehadiran aparat negara dalam situasi darurat—cepat, terukur, dan profesional.


Tim Red : A01