SIMALUNGUN – Hanya dalam waktu sekitar satu jam, kobaran api meluluhlantakkan empat rumah warga di Kampung Tempel, Dusun Hutabayu, Nagori Buttu Bayu Pane Raja, Kecamatan Dolok Pardamean, Kamis pagi (09/04/2026). Peristiwa yang dipicu ledakan dari dapur salah satu rumah itu menyisakan puing dan kepedihan bagi para korban.
Api pertama kali muncul sekitar pukul 07.00 WIB dari rumah milik M. Manalu (29). Ledakan keras yang terdengar sontak memecah ketenangan pagi warga.
“Saya dengar suara ledakan, begitu saya lihat ke belakang, api sudah membesar. Saya langsung teriak minta tolong,” kata Oloan Haloho (47), saksi mata.
Dalam hitungan menit, api menjalar tanpa ampun. Material bangunan yang didominasi papan dan tepas membuat si jago merah bergerak cepat, melompat dari satu rumah ke rumah lainnya. Upaya warga memadamkan api dengan alat seadanya tak mampu membendung amukan api.
Saksi lain, Parlen Malau (53), yang saat itu berada di teras rumah, menyebut kobaran api membesar sangat cepat.
“Baru sebentar, api sudah tinggi dan menjalar ke rumah lain,” ujarnya.
Empat rumah yang terdampak masing-masing milik Arianto Waruwu (33), Sanjaya Simalango (54), M. Manalu (29), serta Ewis Pratiwi Br. Silalahi alias Ma Samuel (45). Seluruhnya mengalami kerusakan berat hingga sebagian rata dengan tanah.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 250 juta. Para korban kini kehilangan tempat tinggal dan hanya bisa menyelamatkan sebagian kecil harta benda.
Polsek Dolok Pardamean bergerak cepat begitu menerima laporan. Personel langsung turun ke lokasi, mengamankan area serta membantu proses evakuasi dan pemadaman bersama warga dan petugas terkait.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menegaskan bahwa respons cepat menjadi prioritas utama dalam situasi darurat seperti ini.
“Keselamatan warga adalah yang utama. Personel langsung kami turunkan untuk membantu penanganan di lapangan,” ujarnya.
Kapolsek Dolok Pardamean, AKP Restuadi, S.H., menyebut dugaan awal kebakaran mengarah pada korsleting listrik dari dapur rumah korban.
“Api diduga berasal dari hubungan arus pendek. Namun, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut bersama tim Inafis Polres Simalungun,” tegasnya.
Selain penanganan di lokasi, polisi juga langsung berkoordinasi dengan Forkopimca dan BPBD Pos Purba untuk mempercepat pengendalian api serta pendataan kerugian.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan bahaya instalasi listrik yang tidak aman, terlebih di kawasan permukiman padat dengan bangunan mudah terbakar.
Polisi mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan tidak meninggalkan rumah dalam kondisi aliran listrik aktif guna mencegah tragedi serupa terulang.
Tim















