SIMALUNGUN — Rentetan peristiwa kebakaran yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Simalungun menjadi alarm keras bagi masyarakat. Sejumlah rumah warga, bangunan gereja, fasilitas pendidikan, hingga kendaraan hangus dilalap api di wilayah hukum Polsek Dolok Panribuan dan Polsek Tanah Jawa, dengan total kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Peristiwa ini tidak hanya menyisakan kerugian harta benda, tetapi juga mengguncang rasa aman warga. Aparat kepolisian menegaskan bahwa sebagian besar kebakaran dipicu oleh kelalaian dan faktor teknis, terutama terkait instalasi listrik dan penggunaan tabung gas.

Gereja, Sekolah, dan Mobil Hangus di Dolok Panribuan

Kebakaran besar pertama terjadi di Dusun III Simpang Sosor, Nagori Saribu Jawa, Kecamatan Dolok Panribuan, Selasa malam (3/2/2026) sekitar pukul 23.10 WIB. Api melahap satu unit Gereja GPdI Betlehem, bangunan gereja lama, gedung TK/PAUD Betlehem, serta satu unit mobil minibus Suzuki Carry milik Pdt. Hotmarisi Fernon Pakpahan.

Kapolsek Dolok Panribuan IPTU Ponijan Damanik, S.H., menjelaskan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Inafis Polres Simalungun mengarah pada dugaan kuat penyebab kebakaran berasal dari tabung gas elpiji.

“Api diduga berasal dari kompor masak di ruang dapur sekolah TK gereja. Api menyambar tabung gas hingga terjadi ledakan, kemudian membakar bangunan gereja, sekolah, dan mobil yang terparkir di sekitar lokasi,” jelas IPTU Ponijan.

Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materil ditaksir mencapai sekitar Rp400 juta. Polisi juga memastikan tidak ditemukan unsur kesengajaan, sabotase, maupun konflik sosial dalam kejadian ini.

Rumah Lansia Terbakar, Api Merambat ke Dua Rumah Tetangga

Peristiwa kebakaran lainnya terjadi di Huta II Nagori Raja Maligas I, Kecamatan Hutabayu Raja, wilayah hukum Polsek Tanah Jawa, Selasa sore (3/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Api melalap rumah semi permanen milik Nursaida boru Tampubolon (76) dan merambat ke dua rumah di sebelah kiri dan kanan milik Relly Sitanggang serta Mohammad Irfan.

Kapolsek Tanah Jawa KOMPOL Banuara Manurung, S.H., mengungkapkan bahwa kebakaran bermula dari kamar tidur korban.

“Korban sedang beristirahat dan terbangun karena melihat percikan api di dalam kamar. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya,” jelasnya.

Akibat peristiwa tersebut, kerugian materil ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta, dengan rincian rumah utama korban mengalami kerugian sekitar Rp130 juta, sementara dua rumah lainnya masing-masing sekitar Rp10 juta. Tiga keluarga terdampak langsung, meski tidak ada korban jiwa.

Kapolres: Waspada Listrik dan Gas, Jangan Anggap Sepele

Menanggapi rentetan kejadian tersebut, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus peringatan tegas kepada seluruh masyarakat Kabupaten Simalungun.

“Sebagian besar kebakaran terjadi akibat kelalaian dan masalah teknis, seperti korsleting listrik dan penggunaan tabung gas yang tidak aman. Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak menganggap sepele hal-hal kecil yang berpotensi memicu kebakaran,” tegas Kapolres.

Kapolres menekankan beberapa langkah pencegahan penting yang harus menjadi perhatian warga:

  1. Periksa instalasi listrik secara rutin, pastikan tidak ada kabel terkelupas, sambungan liar, atau instalasi tidak standar.
  2. Hindari penggunaan stop kontak bertumpuk, karena dapat menimbulkan panas berlebih dan korsleting.
  3. Pastikan tabung gas, selang, dan regulator dalam kondisi layak, terpasang dengan benar, dan tidak bocor.
  4. Jika tercium bau gas, segera matikan sumber api, buka ventilasi, dan jangan menyalakan atau mematikan saklar listrik.
  5. Jangan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, terutama pada malam hari atau saat tertidur.
  6. Sediakan alat pemadam api ringan (APAR) atau minimal ember berisi air di area dapur.

“Langkah sederhana ini dapat mencegah kerugian besar. Kebakaran sering kali berawal dari kelalaian kecil,” ujar AKBP Marganda.

Polisi Tingkatkan Edukasi dan Respons Cepat

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada pihak kepolisian atau pemadam kebakaran jika terjadi kebakaran sekecil apa pun.

“Semakin cepat dilaporkan, semakin kecil potensi api meluas dan menimbulkan kerugian besar,” tegasnya.

Ia menambahkan, Polres Simalungun bersama polsek jajaran akan meningkatkan patroli, sosialisasi, dan edukasi kamtibmas terkait pencegahan kebakaran, baik di permukiman, rumah ibadah, maupun fasilitas umum.

“Kami akan terus mengingatkan masyarakat tentang keselamatan penggunaan listrik dan gas. Pencegahan adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Kapolres.

Alarm Keselamatan bagi Warga

Rentetan kebakaran di Dolok Panribuan dan Tanah Jawa menjadi pengingat serius bahwa kebakaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Meski tidak menelan korban jiwa, dampak kerugian materil yang besar sangat memengaruhi kehidupan para korban.

Polisi memastikan penyelidikan terhadap seluruh peristiwa kebakaran terus dilakukan, tidak hanya untuk memastikan penyebab pasti, tetapi juga sebagai bahan evaluasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Kewaspadaan, kehati-hatian, dan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan menjadi kunci utama agar musibah serupa tidak terulang di Kabupaten Simalungun.


Tim Red