SIMALUNGUN – Rangkaian kunjungan kerja Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih di Kecamatan Hatonduhan tidak hanya diwarnai dengan kegiatan pemerintahan dan pelayanan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat melalui nilai-nilai budaya dan adat istiadat Batak. Jum’at (20/07/2026)
Setelah menyelesaikan agenda pelayanan masyarakat di Nagori Saribuasih, Bupati bersama rombongan melaksanakan Salat Jumat di Masjid Al Musahat, Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan. Kehadiran Bupati disambut hangat oleh para jamaah yang memenuhi masjid. Usai menunaikan ibadah, Bupati menyempatkan diri bersalaman dan berbincang dengan masyarakat sebagai bentuk kedekatan pemerintah dengan warganya.
Selanjutnya, Bupati Simalungun beserta rombongan memenuhi undangan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Jefra H. Manurung, SH, untuk makan siang bersama di kediamannya yang berada di Huta V Aek Suha, Nagori Tangga Batu.
Turut hadir mendampingi Bupati dalam kesempatan tersebut sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Hatonduhan Bill Morgand Saragih, unsur Babinsa, Pangulu Nagori Tangga Batu Hendro Silalahi, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para tamu undangan lainnya yang mengikuti seluruh rangkaian kunjungan kerja di Kecamatan Hatonduhan.
Kedatangan Bupati Anton Achmad Saragih disambut penuh sukacita oleh keluarga besar Jefra H. Manurung. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan begitu terasa sejak rombongan memasuki halaman rumah. Sambutan tersebut menjadi cerminan kuatnya budaya masyarakat Simalungun yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, penghormatan kepada tamu, serta semangat kebersamaan.
Sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin daerah, keluarga besar Jefra H. Manurung menyuguhkan hidangan adat Batak kepada Bupati Simalungun. Dalam tradisi Batak, penyajian makanan kepada tamu yang dihormati bukan hanya sekadar jamuan makan, tetapi memiliki makna filosofis yang mendalam.
Hidangan yang disajikan merupakan simbol penghormatan, kasih sayang, rasa syukur, serta doa dari tuan rumah kepada tamunya. Melalui tradisi tersebut, keluarga menyampaikan harapan agar tamu yang dihormati senantiasa memperoleh kesehatan, kekuatan, umur panjang, rezeki yang baik, dan keberhasilan dalam menjalankan amanah yang diemban. Nilai-nilai seperti saling menghormati, mempererat persaudaraan, dan menjaga hubungan kekeluargaan menjadi inti dari tradisi tersebut yang hingga kini tetap lestari di tengah masyarakat Batak.
Dalam kesempatan itu, keluarga besar Jefra H. Manurung turut memanjatkan doa agar Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih selalu diberikan kesehatan, kekuatan lahir dan batin, kebijaksanaan, serta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa dalam memimpin Kabupaten Simalungun.
Mereka berharap seluruh program pembangunan yang telah dicanangkan dapat berjalan dengan baik, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta membawa Kabupaten Simalungun menjadi daerah yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat.
Jamuan makan siang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Di sela-sela kegiatan, Bupati berdialog santai dengan para tokoh masyarakat dan tamu undangan mengenai berbagai persoalan pembangunan, mulai dari infrastruktur, pertanian, pelayanan publik hingga pengembangan potensi desa. Suasana yang cair tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat dalam membangun Simalungun secara bersama-sama.
Bupati Anton Achmad Saragih menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar Jefra H. Manurung. Menurutnya, kebersamaan seperti ini merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga persatuan serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Kebersamaan yang terjalin melalui silaturahmi dan budaya saling menghormati seperti ini harus terus kita pelihara. Dengan semangat persaudaraan, saya yakin pembangunan di Kabupaten Simalungun akan berjalan lebih baik karena mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” ujar Bupati.
Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian kunjungan kerja Bupati Simalungun di Kecamatan Hatonduhan. Selain memperkuat koordinasi pemerintahan, momen itu juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai adat, budaya, dan kebersamaan tetap menjadi bagian penting dalam membangun hubungan harmonis antara pemimpin daerah dan masyarakat Kabupaten Simalungun. (Tim)













