HATONDUHAN — Bagi sebagian orang, penghasilan dari media sosial mungkin hanya menjadi sumber pemasukan pribadi. Namun bagi Reinhard Raji Manurung, penghasilan dari aktivitas live streaming TikTok memiliki makna lain.
Sejak 2022, pemuda kelahiran 6 Mei 2003 itu memilih menyisihkan penghasilannya untuk membantu penyandang disabilitas.
Kegiatan sosial tersebut kembali dilakukan pada Sabtu (19/9/2026) di Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun. Kali ini, Reinhard menyalurkan bantuan beras kepada lima penyandang disabilitas.
Lima penerima bantuan tersebut yakni Ahmad Bustomi Manurung dari Huta I Tangga Batu, Anugrah Simbolon dan Risdo Abdi Pratama Sihombing dari Huta V Kampung Jawa, serta Rava Hamdani dan Rifki Rahmazulfitra dari Huta II Bangun Pardamean.
Bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi Reinhard, ada alasan yang jauh lebih personal di balik konsistensinya membantu penyandang disabilitas.
Ia sendiri merupakan penyandang disabilitas.
“Saya juga merupakan penyandang disabilitas. Karena itu saya ingin membantu orang-orang yang mengalami kondisi seperti saya,” ujar Reinhard.
Kegiatan sosial yang dilakukan Reinhard bukan sesuatu yang baru dimulai tahun ini.
Sejak 2022, ia telah menjalankan kegiatan tersebut dengan menggunakan penghasilan pribadinya. Salah satu sumber penghasilannya berasal dari aktivitas live streaming melalui TikTok.
Melalui akun SI OPPUNG_MANS, Reinhard dikenal sebagai konten kreator. Dari aktivitas tersebut, ia memperoleh penghasilan yang kemudian sebagian digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dengan demikian, media sosial bagi Reinhard bukan hanya ruang untuk membuat konten dan memperoleh penghasilan.
Platform tersebut juga menjadi jalan baginya untuk berbagi.
Selama empat tahun, ia menjalankan kegiatan tersebut dengan kemampuan yang dimilikinya. Tidak menunggu memiliki sumber daya besar, Reinhard memilih memulai dari apa yang ada padanya.
Bagi dia, jumlah bantuan bukan satu-satunya hal yang penting.
Ada pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan tersebut: setiap orang dapat mengambil bagian dalam membantu sesama sesuai dengan kemampuannya.
Reinhard menilai persoalan penyandang disabilitas tidak semestinya hanya menjadi perhatian pemerintah.
Menurutnya, masyarakat juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan memberikan ruang bagi penyandang disabilitas.
“Kita tidak boleh hanya menuntut pemerintah. Dibutuhkan juga peran dari masyarakat. Mari membantu sesama kita dengan cara kita sendiri,” katanya.
Ia juga menyinggung Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Menurut Reinhard, aturan tersebut perlu diikuti dengan kepedulian nyata di tengah masyarakat. Regulasi, menurutnya, akan memiliki makna ketika nilai-nilai penghormatan dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas juga hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak selalu menunggu pihak lain bergerak.
Setiap orang, kata dia, dapat membantu melalui cara masing-masing.
Setelah selama ini menjalankan kegiatan dengan mengandalkan penghasilan pribadi, Reinhard kini mendapat dukungan dari pihak lain.
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, S.E., turut memberikan dukungan pendanaan untuk kegiatan sosial tersebut.
Bagi Reinhard, dukungan itu menjadi bagian penting dalam perjalanan kegiatan yang selama ini ia jalankan secara mandiri.
Agustinus mengatakan, kegiatan positif yang dilakukan Reinhard perlu mendapatkan dukungan. Ia mengaku terinspirasi dari apa yang telah dilakukan Reinhard selama ini.
“Setiap kegiatan baik harus didukung dengan baik. Ini semua terinspirasi dari apa yang Reinhard lakukan selama ini, luar biasa,” ujar Agustinus.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka ruang lebih besar bagi keberlanjutan kegiatan sosial Reinhard.
Namun, Reinhard tidak ingin kegiatan tersebut bergantung pada satu pihak.
Ia berharap semakin banyak orang yang bersedia memberikan hati, pikiran, tenaga maupun materi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Reinhard bukan hanya menjalankan aktivitas sebagai konten kreator.
Ia merupakan lulusan Universitas Simalungun dengan gelar Sarjana Hukum.
Di tengah aktivitasnya sebagai konten kreator dan kegiatan sosial, ia membawa pengalaman pribadinya sebagai penyandang disabilitas dalam melihat persoalan yang dihadapi kelompok tersebut.
Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu alasan mengapa kepeduliannya tidak berhenti pada satu kali pemberian bantuan.
Sejak 2022 hingga sekarang, ia terus berupaya mempertahankan kegiatan tersebut.
Baginya, membantu orang lain tidak harus menunggu menjadi orang yang berkecukupan.
Apa yang dimiliki hari ini dapat menjadi sesuatu yang berarti ketika sebagian darinya digunakan untuk membantu orang lain.
Ada satu kalimat yang menjadi motto Reinhard dalam menjalankan kegiatan sosialnya:
“Jangan tanya akan apa yang kamu dapat, tapi tanyalah dulu dirimu sendiri apa yang telah kamu perbuat.”
Motto tersebut menjadi gambaran sederhana tentang cara Reinhard melihat aktivitas sosialnya.
Ia tidak menjadikan bantuan sebagai transaksi. Ia memaknainya sebagai bentuk rasa syukur.
Penghasilan dari live streaming TikTok yang diperolehnya kemudian menjadi sarana untuk berbagi. Apa yang awalnya berasal dari aktivitas di dunia digital, sebagian dialihkan menjadi bantuan nyata bagi penyandang disabilitas.
Bagi Reinhard, di situlah arti penghasilan tersebut menjadi lebih luas.
Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Kini, setelah mendapat dukungan dari Agustinus Sirait, ia berharap semakin banyak pihak yang ikut mengambil bagian.
Sebab menurut Reinhard, kepedulian tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Ia bisa dimulai dari apa yang dimiliki, dari lingkungan terdekat, dan dari kemauan untuk bertanya kepada diri sendiri: apa yang sudah kita perbuat untuk membantu sesama..?










