SIMALUNGUN — Usai melaksanakan kegiatan reses di Nagori Pulo Pitu Marihat, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, anggota DPRD Simalungun H. Budi tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia memilih turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi jalan utama yang berada di Huta I Nagori Pulo Pitu Marihat.
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses. Persoalan infrastruktur jalan menjadi salah satu keluhan yang cukup mendapat perhatian warga karena kondisi akses tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Bagi warga Huta I Pulo Pitu Marihat, jalan tersebut bukan sekadar sarana untuk keluar-masuk permukiman. Jalan itu menjadi bagian penting dari aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Setiap hari, warga memanfaatkannya untuk bekerja, membawa hasil pertanian, mengangkut kebutuhan rumah tangga, hingga menjadi akses anak-anak menuju sekolah.
Saat berada di lokasi, H. Budi melihat langsung kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Ia juga mendengarkan kembali berbagai masukan warga mengenai kebutuhan perbaikan infrastruktur tersebut.
Menurut H. Budi, persoalan jalan harus menjadi perhatian karena menyangkut kepentingan masyarakat dalam jumlah besar. Terlebih, akses tersebut juga memiliki fungsi sebagai penghubung antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
“Jalan ini menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat. Selain sebagai akses penghubung antarwilayah, jalan ini juga digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak sekolah,” ujar H. Budi.
Ia menilai kondisi infrastruktur yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Jalan yang layak akan mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung kelancaran kegiatan ekonomi.
Bagi petani, misalnya, kondisi jalan sangat menentukan kemudahan dalam membawa hasil pertanian dari lokasi produksi menuju tempat pengumpulan maupun pasar. Demikian pula bagi masyarakat yang bekerja di luar wilayah, akses jalan yang baik akan membantu memperlancar perjalanan setiap hari.
H. Budi menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda untuk bertemu dan mendengarkan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan warga harus menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki sebagai anggota DPRD.
Karena itu, setelah menerima keluhan mengenai kondisi jalan, ia memilih melihat langsung keadaan di lapangan agar persoalan tersebut dapat diketahui secara lebih konkret.
“Ini menjadi salah satu prioritas yang harus kita dorong agar segera mendapat perbaikan. Jangan sampai kondisi jalan yang rusak terus dibiarkan karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Jangan sampai persoalan akses dasar seperti jalan justru berlarut-larut tanpa ada solusi yang jelas.
Ia juga berharap pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah atau dinas terkait dapat melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jalan secara menyeluruh.
Dengan adanya pemeriksaan langsung, diharapkan pemerintah dapat menentukan bentuk penanganan yang paling tepat, apakah melalui pemeliharaan, peningkatan kualitas jalan, maupun pembangunan kembali pada bagian-bagian yang membutuhkan penanganan lebih serius.
H. Budi menyampaikan, keberadaan jalan yang baik memiliki hubungan erat dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Jalan bukan hanya persoalan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi urat nadi pergerakan masyarakat. Ketika akses jalan mengalami kerusakan, dampaknya dapat dirasakan dalam berbagai aktivitas.
Petani dapat mengalami kesulitan ketika mengangkut hasil panen. Pedagang membutuhkan waktu dan biaya lebih besar untuk membawa barang. Anak-anak sekolah juga harus melewati akses yang kurang nyaman, sementara masyarakat yang bekerja di luar wilayah harus menggunakan jalur tersebut hampir setiap hari.
Karena itu, perbaikan jalan di Huta I Pulo Pitu Marihat diharapkan tidak hanya dilihat sebagai pembangunan fisik semata, tetapi sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, masyarakat setempat menyambut baik peninjauan yang dilakukan H. Budi. Namun warga berharap perhatian tersebut tidak berhenti pada kunjungan dan penyampaian aspirasi.
Masyarakat menginginkan adanya tindak lanjut konkret dari pemerintah sehingga kondisi jalan yang selama ini menjadi keluhan dapat segera mendapatkan solusi.
“Masyarakat sudah lama mengeluhkan kondisi jalan ini. Harapan kami, setelah ditinjau, ada tindak lanjut nyata dari pemerintah. Karena jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” harap seorang warga.
Warga juga berharap adanya koordinasi antara anggota DPRD, pemerintah daerah dan dinas terkait agar persoalan tersebut dapat segera dibahas dan dimasukkan dalam skala prioritas pembangunan sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.
Bagi masyarakat, yang paling penting bukan sekadar siapa yang datang melihat kondisi jalan, melainkan kapan perbaikan benar-benar dapat dirasakan.
Peninjauan H. Budi setidaknya menjadi langkah awal untuk kembali membawa persoalan tersebut ke tingkat pembahasan pemerintah. Kini, masyarakat menunggu agar aspirasi yang telah disampaikan dalam reses tersebut tidak berhenti sebagai catatan, tetapi berujung pada kebijakan dan perbaikan nyata di lapangan.
Editor : T. Sinambela










