MEDAN – Ketua Umum Gerakan Mitra Santri Nusantara (Gema Santri Nusa), Ustaz KH Akhmad Khambali, S.E., M.M., mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai kesempatan memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta membangun kolaborasi antara ulama, umaro, Polri dan umat.

Menurut KH Akhmad Khambali, masing-masing unsur memiliki peran strategis dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, tertib dan harmonis.

“Ulama berperan memberikan pencerahan moral, nasihat spiritual dan dakwah yang menyejukkan agar masyarakat hidup rukun. Umaro atau pemimpin daerah menjalankan kebijakan dan program pembangunan demi kesejahteraan rakyat. Polri bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sedangkan umat berperan aktif menjaga persatuan, toleransi dan menaati aturan yang berlaku,” jelasnya.

Ia menegaskan, kekuatan tersebut tidak akan maksimal apabila berjalan sendiri-sendiri. Sebaliknya, kolaborasi yang kuat antara ulama, umaro, Polri dan umat diyakini mampu menjadi fondasi dalam menciptakan Sumatera Utara yang aman, damai dan kondusif.

“Apabila kekuatan ini berjalan sendiri-sendiri, tentu kekuatan kita terbatas. Namun, kalau kolaborasi antara ulama, umaro, Polri dan umat terbangun dengan baik, maka keamanan, ketertiban dan kedamaian di Sumut dapat berjalan bersama-sama,” ujarnya.

Dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, KH Akhmad Khambali juga mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan.

“Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW yang sangat mulia ini hendaknya kita isi dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Mari kita perkuat kolaborasi antara ulama, umaro, Polri dan umat agar Sumut tetap damai, aman dan tertib,” katanya.

Selain itu, KH Akhmad Khambali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, khususnya berita hoaks yang berpotensi memecah persatuan.

“Berita hoaks diproduksi oleh orang yang pintar tapi jahat dan disebarluaskan oleh orang baik tapi bodoh. Karena itu, mari kita lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memecah belah persatuan.

“Mari kita jaga kebersamaan, persatuan dan keberpihakan terhadap Sumut dari rongrongan orang-orang yang ingin memecah belah kolaborasi antara ulama, umaro, Polri dan umat. Mari kita jaga Sumut dengan rukun dan guyub, menjadikan Sumatera Utara sebagai provinsi yang makmur dan senantiasa memberikan yang terbaik bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

(Tim)