Dusun Bangun Pardamean, Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Kamis, 26 Juni 2025 — Warga tengah menghadapi gangguan serius : serangan lalat dalam jumlah besar yang mengganggu kenyamanan dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyebaran penyakit.

Aroma khas kopi di warung-warung setempat kini terganggu oleh kehadiran lalat yang beterbangan.

Warga Bangun Pardamean menduga lonjakan populasi lalat terjadi sejak penyebaran pupuk Tangkos di area Afdeling III PTPN IV Kebun Balimbingan.

Bau menyengat dari pupuk tersebut disebut sebagai pemicu utama berkembangnya lalat secara masif, yang kemudian menyebar hingga ke permukiman warga dan tempat usaha.

Menanggapi keresahan masyarakat, Pihak Manajemen PTPTN IV Kebun Balimbingan bersama Irwan Butarbutar selaku Pelaksana Pengadaan Pupuk Tangkos melalui perwakilan awak media segera mengambil langkah konkret.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, pihaknya membagikan 20 Kotak perangkap lalat kepada para pemilik warung kopi di Dusun Bangun Pardamean.

Diharapkan, perangkap tersebut mampu menekan populasi lalat dan memberikan sedikit kelegaan bagi warga terdampak.

Pembagian perangkap dilakukan secara langsung dengan edukasi tentang cara penggunaan dan pemeliharaannya. Meski diapresiasi, langkah ini belum sepenuhnya memuaskan warga.

“Kami berharap Pihak PTPTN IV Kebun Balimbingan dan vendor Tangkos juga memberikan bantuan sembako,” ujar salah seorang warga. “Agar kami benar-benar merasakan dampak nyata dari kepedulian perusahaan.” ungkapnya.

Pernyataan ini mencerminkan bahwa persoalan lalat tidak hanya menyangkut aspek kesehatan dan kebersihan, tetapi juga berdampak pada ekonomi masyarakat.

Penurunan kenyamanan dan kebersihan berdampak langsung terhadap omset warung kopi serta usaha kecil lainnya. Bantuan sembako dinilai dapat menjadi bentuk kepedulian sosial yang lebih menyeluruh bagi masyarakat yang terdampak.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak cukup hanya sebatas solusi teknis.

Diperlukan pendekatan yang juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Harus ada penanganan yang komprehensif, melibatkan pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat dalam mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang.

Semoga hal ini menjadi pembelajaran bersama untuk lebih memperhatikan dampak lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dalam setiap aktivitas usaha.

Dukungan nyata dan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar permasalahan serupa tidak terulang di masa mendatang.


Editor Redaksi : Bang Aziz