SIMALUNGUN _ Tanaman menghasilkan yang terletak di Afdeling I PTPN IV Unit Mayang Kec. Bosar maligas Kab. Simalungun tidak terawat bahkan terkesan ditelantarkan. Di lokasi terlihat semak dan sejumlah pohon anak kayuan tidak dibersihkan dari lokasi tanaman sawit.
Pantauan awak media di lapangan, tak satu pun pekerja yang melakukan perawatan seperti pengerjaan dongkel kayu (DAK), garuk piringan dan chemis. Selain itu tumbuhan talas atau yang sering disebut Lompong tampak tumbuh subur. Padahal tanaman Lompong tersebut dalam pengelolaan tanaman produksi Kelapa sawit sangat tidak diinginkan, karena Gulma tersebut merupakan tanaman yang merugikan, karena dapat bersaing dengan tanaman kelapa sawit.
Baca Berita : Ternak lembu bebas berkeliaran, Tanaman Belum Menghasilkan ( TBM ) PTPN IV Unit Tinjowan terancam terserang penyakit.
Pertumbuhan gulma dapat mengurangi produksi tandan buah sawit hingga mencapai 20%. Gulma tidak hanya bersaing dalam mengambil nutrisi tetapi juga menghasilkan zat allelopathic yang beracun bagi kelapa sawit. Padahal pengerjaan tersebut sudah dianggarkan oleh PTPN IV Medan, diduga dana perawatan masuk kantong pribadi oleh oknum – oknum tertentu.
Seorang pria yang diketahui merupakan pekerja di perkebunan PTPN IV Unit Mayang, yang juga mengaku sebagai Mabes ( Mandor Besar) di Afdeling 1 tersebut, saat ditanyai soal tidak terawatnya lokasi HGU Afdeling. Pria berbadan kurus tersebut tampak bungkam. Namun ditanyai terkait adanya tanaman produksi terserang ulat api, mabes tersebut mengatakan ” Sudah Kami lakukan pengasapan bang”, cetusnya, ditanya kembali, pelepah tampak di gundul, apakah akibat serangan ulat api? Mabes tersebut menyangkalnya ” Bukan kami gundul itu bang tapi digunduli oleh masyarakat untuk mencari lidinya untuk dijual.” Jawab Mandor tersebut.
” Mengapa diijinkan digundul pencari lidi, klu kita tahu pasti kita marahin bang ” sambung Mandor kembali dalam sesi tanya – jawab dengan awak media.
Padahal jelas bahwa pengendalian hama pengganggu tanaman menghasilkan tidak dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Dan diduga dana perawatan tanaman menghasilkan PTPN IV Unit Mayang sebagian besar masuk kantong pribadi oleh oknum – oknum tertentu.
Iswanto asisten SDM PTPN IV Unit Mayang ketika dikonfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp terkait tidak terawatnya tanaman menghasilkan PTPN IV Unit Mayang dan banyak terserang ulat api Iswan tampak buang badan dan mengatakan ” Izin bg, ku konfirmasi bentar “, jawab Iswan melalui pesan aplikasi WhatsApp.
Baca Juga : Kerap dikonfirmasi terkait TBM, Karpim PTPN IV Unit Kebun Dolok Sinumbah kompak blokir kontak wartawan.
Ditanya kembali terkait tanaman menghasilkan terserang ulat api dengan mengirimkan video kepada Asisten SDM tersebut, Iswan tampak Bungkam dan tidak memberikan tanggapan, padahal pesan tampak terkirim dan sudah contreng dua biru tanda pesan telah dibaca. (A.S)









