SIMALUNGUN – Perawatan tanaman menghasilkan merupakan aktivitas yang sangat vital dalam mendukung dan menunjang aktivitas produksi yang menghasilkan pendapatan bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit. Perawatan tanaman menghasilkan kelapa sawit berkorelasi positif terhadap peningkatan produktivitas kebun. Pada prinsipnya perawatan atau pemeliharaan tanaman menghasilkan kelapa sawit adalah untuk memberikan kondisi dan lingkungan yang optimal serta pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman kelapa sawit untuk tumbuh dan menghasilkan secara optimal.
Namun di PTPN IV regional II kebun Unit Bah Jambi yang secara geografis terletak di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, tepatnya di afdeling VII (tujuh) areal RY45 MC tanaman menghasilkan (TM) banyak ditemukan tidak terawat sesuai dengan SOP yang telah ditentukan oleh perusahaan PTPN IV Medan. Dimana diareal HGU tersebut banyak ditemukan gulma menyelimuti pokok sawit hingga pokok Sawit tampak kerdil, menguning dan akhirnya mati, diduga akibat himpitan dari gulma yang menyerang tanaman menghasilkan.
Baca Juga : IPBT Nagori Buntu Turunan, Punya Kreativitas Sendiri Di Perayaan HUT RI Ke 79.
Selain itu pada areal HGU tanaman menghasilkan milik BUMN tersebut banyak ditemukan ternak sapi berkeliaran dan memakan dedaunan pokok Sawit sehingga pokok sawit tampak gundul dan proses fotosintesis pada tanaman sawit akan ternganggu dan akan berdampak pada turunnya hasil panen produksi dan tanaman sawit akan rawan akan terserang penyakit Ganoderma pada tanaman sawit tersebut. Adanya hal tersebut anggaran pemeliharaan tanaman menghasilkan di PTPN IV Unit Bah Jambi jadi sorotan oleh para pemerhati perkebunan.


Salah seorang pemerhati perkebunan Siantar – Simalungun yang berinisial RG kepada awak media sangat menyayangkan keadaan tanaman menghasilkan yang diperkirakan berumur 7 tahunan tersebut. ” Kalau keadaan Tanaman kelapa sawit milik Kementerian BUMN tampak seperti itu anggaran pemeliharaan yang dianggarkan kantor pusat kemana selama ini ? ” Ucap RG. Dirinya juga mengatakan bahwa anggaran untuk pemeliharaan tanaman di perusahaan plat merah tersebut selalu dikucurkan atau pun selalu dianggarkan dengan jumlah yang tidak sedikit.
Dengan keadaan Tanaman Menghasilkan yang tidak terpelihara dengan baik diduga anggaran pemeliharaan selama bertahun – tahun diduga telah masuk kantong oleh oknum tertentu bisa dari Mabes, asisten, Askep hingga Manager Unit menerima hasil korupsi tersebut.
Baca Berita : Kebakaran Hebat di Panglong UD Sini Kasih, Kerugian Diperkirakan Hingga Rp 2 Miliar. Polsek Bangunan Lakukan Olah TKP.
Asisten afdeling VII Fadli coba dikonfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp dengan mengirimkan video keadaan tanaman yang sangat memprihatinkan, Fadli lebih memilih tidak menjawab konfirmasi yang dikirimkan awak media. Asisten Kepala (Askep ) Andrian Mufti dikonfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp terkait tanaman yang pemeliharaannya tidak sesuai SOP, namun sang Askep lebih memilih bungkam.
Apabila hal – hal tersebut terus dibiarkan berlarut maka dapat dipastikan bahwa PTPN IV akan mengalami kerugian yang sangat besar. Perusahaan penyumbang devisa terbesar yang dikomandoi Erick Thohir tersebut harus berbenah dan menempatkan para pemangku kebijakan yang mau bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang baik sehingga tujuan Palmco sesuai dengan harapan dan tujuan. (A.S)
Editor Redaksi : A01











