SIMALUNGUN – Proyek pembangunan perkuatan tebing bah lombut diduga dikerjakan asal jadi tanpa mengutamakan kualitas. Proyek yang berada di Nagori Muara Mulia, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, yang bersumber dana dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) provinsi Sumatera Utara proyek yang bernilai pagu Rp. 2.958.495.000.00 tampak hanya dikerjakan asal – asalan.

Amatan dilokasi penyusunan batu pecah atau batu padas tidak padat dan tidak tersusun dengan baik, dimana walau dasar digenangi air hinga satu meter proses pemasangan batu bronjong tetap dilakukan, sehingga kepadatan batu tidak tidak merata dan terkesan akan mudah tumbang, selain itu crocok atau dokel (penahan) terbuat dari bambu hal tersebut diduga tidak sesuai RAB yang telah ditentukan.

Salah seorang yang ditemui dilokasi proyek yang mengaku sebagi pengawas dari dinas PU-PR Provinsi Sumatera Utara Sahat Sinaga ketika coba ditanyai terkait proses pemasangan yang masih di genangi air dipastikan tidak akan padat dan batu tidak akan tersusun dengan baik karena akan memiliki rongga yang besar “Kalau masalah masih digenangi air itu tidak menyalahi, demikian crocok bambu juga tidak menyalahi” itu tidak tertulis di RAB, jadi apapun yang digunakan tidak menyalahi.

Bukankah seharusnya air dibuang atau dikeringkan sehingga proses penyusunan batu untuk bronjong lebih baik dan padat? Tanya awak media ” seperti itu sudah kuat, ” ungkapnya serta berlalu meninggalkan awak media.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Anugerah Metamorfosa senilai Rp 2.958.495.000.00 Dengan Nomor kontrak : 602/1594/UPTD-PUPR-PS-KPA/VIII/2024, Tahun Anggaran 2024 diduga hanya memikirkan untung tanpa mengutamakan kualitas.

Proyek pembangunan perkuatan tebing bah lombut dikerjakan asal jadi warga sekitar mengeluh.

Salah seorang warga yang ditemui disebuah warung kopi sekitar 10 meter dari proyek tersebut sangat menyayangkan proses pengerjaan tersebut, ” Dari tadi saya juga berpikir bang bagaimanalah mutu proyek Bronjong ini, masih digenangi air sekitar satu meter tapi kok sudah di susun batu pecahnya, bagaimana mereka melihat dasar, masih digenangi air, lagian batunya pun besar- besar tidak dipecah sebagian dan masih tampak muda “, keluhnya.

UPT. Pekerjaan Umum dan penataan ruang Kasi sungai Simalungun Julianto dikonfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp dengan mengirimkan video terkait proses kerja dalam proyek peningkatan tebing bah lombut tersebut hingga rilis dikirim ke meja redaksi, Julianto memilih diam tanpa menjawab konfirmasi yang dikirim kan awak media.(A.S)

Editor Redaksi : A01