SIMALUNGUN – Pembangunan dan Perbaikan infrastruktur yang menjadi fokus pemerintahan selama 3 tahun kepemimpinan Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH.MH sedikit tercoreng, Proyek Pembangunan Drainase rekonstruksi jalan jurusan Simpang Nagojor – Kec. Tanah Jawa/Jawa Maraja Bah Jambi diduga dikerjakan secara asal dan serta mendapat keluhan warga.

Proyek Pembangunan Rekonstruksi yang bernilai pagu anggaran sebesar Rp. 11.979.847.760,00 ( sebelas milyar, sembilan ratus tujuh puluh sembilan juta, delapan ratus empat puluh tujuh ribu, tujuh ratus enam puluh rupiah) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH sawit ) Tahun 2024 dikerjakan oleh PT Karya Murni Perkasa dengan konsultan pengawas CV. Laura melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Simalungun.

Pantauan awak media,di lokasi pembangunan, saluran drainase di proyek rekonstruksi jalan Simpang Nagojor – Tanah Jawa / Jawa Maraja Bah Jambi, kabupaten Simalungun diduga dikerjakan asal – asalan dan minim pengawasan dari pihak terkait, sehingga pembangunan drainase tersebut terkesan asal jadi dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditentukan. Dimana walau tampak digenangi air namun proses pengerjaan tetap dilakukan tanpa terlebih dahulu melakukan membuang atau mengeringkan genangan air, sehingga kualitas proyek milyaran rupiah tersebut hanya kualitas seratus ribu.

Salah seorang warga yang ditemui dilokasi, dan tidak mau namanya ditulis kepada awak media ” Datangnya proyek ini kami sangat merasa senang kepemimpinan Bupati Simalungun, namun kalau seperti ini proses nya sama saja, bangunan ini namanya yang penting anggaran keluar tapi kualitasnya tak bermtu , lihat saja ini pak, baru kali ini saya lihat proyek pengerjaan drainase, walaupun digenangi air tapi proses pengerjaan tetap dilaksanakan dan kita pastikan kualitas proyek tidak sesuai harapan” ucapnya.
Bahkan proses pengerjaan drainase ini tidak memiliki pondasi dasar, batu langsung diletakkan di atas permukaan galian tanpa terlebih dahulu pondasi dasar digali terang warga lainnya menimpali serta menunjukkan lokasi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Agus Intra Sinaga dikonfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp terkait hal tersebut dengan mengirimkan video ” Terimakasih infonya bang, kita akan suruh itu diperbaiki bang. Mohon info- info kalau ada kekurangan ya bang tulis agus kepada wartawan.

Hotbinson Damanik Kadis PU-TR Kab. Simalungun dikonfirmasi terkait proses cara pengerjaan proyek rekonstruksi milyaran rupiah melalui pesan dan panggilan WhatsApp “Menurut bapak prosedurnya seperti apa? Ucap Hotbinson menjawab konfirmasi awak media melalui pesan aplikasi WhatsApp.

Tidak sampai disitu awak media juga mempertanyakan Apakah proyek yang dianggarkan bupati Simalungun sistem pengerjaannya seperti ini? Dan bagaimana tanggapan pak kadis kalau hal seperti disampaikan kepada bupati Simalungun? Dengan semangatnya Hotbinson Damanik Kadis PU-TR tersebut menjawab sampaikan saja tidak apa-apa tulisnya menjawab konfirmasi yang dikirimkan awak media, sedangkan melalui panggilan WhatsApp” Ada apa rupanya dengan proyek itu, semua sudah sesuai RAB, kan ada konsultan dan pengawas dari dinas disana terang Hotbinson kepada awak media anews-chanel, namun ketika disampaikan bahwa konsultan dan pengawas dari dinas yang bapak maksud tidak ditemui dilokasi proyek, Kadis PU TR Simalungun tersebut tampak bungkam. Adanya dugaan penyimpangan dalam pengerjaan proyek tersebut Aparat Penegak Hukum (APH) diminta serius dalam melakukan pengawasan dan penyelamatakan anggaran – anggaran pemerintah sehingga tercipta pembangunan yang baik dan bermutu. (A.S)

Editor Redaksi : A01